LITERATURE STUDY OF THE EFFECTIVENESS OF CUCUMBER JUICE CONSUMPTION (CUCUMIS SATIVUS) WITH DECLINE BLOOD PRESSURE IN PREGNANT WOMEN ABSTRACT Hypertension in Pregnancy (HDK) is defined as blood pressure 140/90 mmHg in two or more measurements. The prevale

Author(s):
   Yulia Meriyani
NIM Mahasiswa:
 202422007
Nama Mahasiswa:
 YULIA MERIYANI
Nama Penulis:
 Yulia Meriyani
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kata kunci: hipertensi, tekanan darah, slow stroke back massage
Abstract :
PENGARUH TEKNIK SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP
TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI RUANG WIRA SAKTI
RUMAH SAKIT DR. BRATANATA JAMBI
Yulia Meriyani
ABSTRAK
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkontribusi
besar terhadap morbiditas dan mortalitas. Pengelolaan hipertensi tidak hanya
dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan intervensi
non-farmakologis, salah satunya teknik slow stroke back massage (SSBM).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik SSBM terhadap
tekanan darah pasien hipertensi di Ruang Wira Sakti Rumah Sakit Dr. Bratanata
Jambi tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen
dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian
berjumlah 10 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah
diberikan intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik responden
sebelum intervensi adalah 168,2 mmHg dan rata-rata diastolik 105,2 mmHg.
Setelah diberikan SSBM, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 148,8
mmHg, sedangkan rata-rata diastolik menurun menjadi 84 mmHg. Hasil uji
statistik diperoleh p-value 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh
signifikan SSBM terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian
ini membuktikan bahwa SSBM dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk menurunkan tekanan darah.
Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat mengintegrasikan teknik
ini dalam pelayanan keperawatan guna mendukung pengelolaan hipertensi secara
komprehensif.