GAMBARAN KEBIASAAN CUCI TANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA BUNGO II KABUPATEN BUNGO
Categorie(s):
skripsi
Author(s):
Tasya, S.Kep
Tahun:
2025
NIM Mahasiswa:
202422048
Nama Mahasiswa:
TASYA
Nama Penulis:
Tasya
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris
trichiura, dan cacing tambang masih menjadi masalah kesehatan utama di negara
berkembang, termasuk Indonesia. Lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi, dengan
Asia Tenggara sebagai wilayah tertinggi. Di Indonesia, prevalensi pada anak usia 112
tahun mencapai angka yang cukup tinggi.Di Kabupaten Bungo, kasus tertinggi berada di
wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo II, yaitu 268 dari 345 anak terinfeksi pada tahun
2024. Tingginya kasus berkaitan dengan faktor risiko seperti kebersihan kuku yang buruk,
tidak memakai alas kaki, dan kebiasaan cuci tangan yang kurang benar. Anak usia sekolah
rentan karena aktivitas bermain dan eksplorasi lingkungan yang meningkatkan paparan
infeksi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang
bertujuan mengetahui gambaran kebiasaan cuci tangan dalam pencegahan kecacingan pada
anak usia 612 tahun di wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo II. Populasi penelitian
adalah 345 anak, dengan sampel 80 responden yang dipilih melalui proportional random
sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden (51,2%) memiliki kebiasaan cuci tangan yang kurang
baik.Disarankan agar Puskesmas Muara Bungo II meningkatkan kegiatan edukasi dan
pengobatan massal kecacingan secara rutin, pihak sekolah membiasakan siswa menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat, serta masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan
untuk menurunkan angka kejadian kecacingan pada anak usia sekolah dasar.
trichiura, dan cacing tambang masih menjadi masalah kesehatan utama di negara
berkembang, termasuk Indonesia. Lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi, dengan
Asia Tenggara sebagai wilayah tertinggi. Di Indonesia, prevalensi pada anak usia 112
tahun mencapai angka yang cukup tinggi.Di Kabupaten Bungo, kasus tertinggi berada di
wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo II, yaitu 268 dari 345 anak terinfeksi pada tahun
2024. Tingginya kasus berkaitan dengan faktor risiko seperti kebersihan kuku yang buruk,
tidak memakai alas kaki, dan kebiasaan cuci tangan yang kurang benar. Anak usia sekolah
rentan karena aktivitas bermain dan eksplorasi lingkungan yang meningkatkan paparan
infeksi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang
bertujuan mengetahui gambaran kebiasaan cuci tangan dalam pencegahan kecacingan pada
anak usia 612 tahun di wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo II. Populasi penelitian
adalah 345 anak, dengan sampel 80 responden yang dipilih melalui proportional random
sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden (51,2%) memiliki kebiasaan cuci tangan yang kurang
baik.Disarankan agar Puskesmas Muara Bungo II meningkatkan kegiatan edukasi dan
pengobatan massal kecacingan secara rutin, pihak sekolah membiasakan siswa menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat, serta masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan
untuk menurunkan angka kejadian kecacingan pada anak usia sekolah dasar.