Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri
Categorie(s):
Skripsi (studi literatur)
Author(s):
Sriningsih
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Sriningsih
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Dismenore,Remaja Putri,Stres
Abstract :
STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
Sriningsih
ABSTRAK
Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Secara global, World Health Organization melaporkan bahwa lebih dari 5090% remaja putri mengalami dismenore dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Di Indonesia, prevalensi dismenore pada remaja putri juga masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada usia sekolah. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah tingkat stres yang dialami oleh remaja akibat berbagai tekanan seperti tuntutan akademik, perubahan emosional, serta faktor sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan scoping review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 20212025 yang diperoleh melalui database Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel penelitian yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres, kejadian dismenore, serta hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri mengalami tingkat stres pada kategori ringan hingga sedang dan mayoritas mengalami dismenore dengan tingkat nyeri yang bervariasi. Seluruh artikel yang direview menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Dapat disimpulkan bahwa tingkat stres memiliki hubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan kepada remaja putri untuk mampu mengelola stres dengan baik serta kepada tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan manajemen stres guna mengurangi risiko terjadinya dismenore.
Kata kunci: dismenore, remaja putri, stres.
Sriningsih
ABSTRAK
Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Secara global, World Health Organization melaporkan bahwa lebih dari 5090% remaja putri mengalami dismenore dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Di Indonesia, prevalensi dismenore pada remaja putri juga masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada usia sekolah. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah tingkat stres yang dialami oleh remaja akibat berbagai tekanan seperti tuntutan akademik, perubahan emosional, serta faktor sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan scoping review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 20212025 yang diperoleh melalui database Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel penelitian yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres, kejadian dismenore, serta hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri mengalami tingkat stres pada kategori ringan hingga sedang dan mayoritas mengalami dismenore dengan tingkat nyeri yang bervariasi. Seluruh artikel yang direview menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Dapat disimpulkan bahwa tingkat stres memiliki hubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan kepada remaja putri untuk mampu mengelola stres dengan baik serta kepada tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan manajemen stres guna mengurangi risiko terjadinya dismenore.
Kata kunci: dismenore, remaja putri, stres.