Gambaran budaya organisasi dan perawat di ruang rawat inap rumah sakit baiturrahim kota jambi
Categorie(s):
skripsi
Author(s):
Alvina Damayanti
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Alvina Damayanti
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
budaya, organisasi, clan culture, OCAI, perawat, rumah sakit.
Abstract :
Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi
kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan kerja perawat, serta efektivitas kerja
tim di rumah sakit. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan
kerja yang kondusif sehingga mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budaya organisasi perawat di
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Baiturrahim Kota Jambi. Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei
2026. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap
Rumah Sakit Baiturrahim Kota Jambi sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan
responden penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Organizational Culture
Assessment Instrument (OCAI) berdasarkan model Competing Values Framework
yang mengukur empat tipe budaya organisasi, yaitu Clan Culture, Adhocracy
Culture, Market Culture, dan Hierarchy Culture. Analisis data dilakukan secara
univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa budaya organisasi yang dominan pada kondisi saat ini adalah
Clan Culture sebanyak 22 responden (51,2%), diikuti Hierarchy Culture
sebanyak 14 responden (32,6%), Adhocracy Culture sebanyak 4 responden
(9,3%), dan Market Culture sebanyak 3 responden (7,0%). Pada budaya
organisasi yang diharapkan, sebagian besar responden menginginkan Clan
Culture sebanyak 30 responden (69,8%), diikuti Adhocracy Culture sebanyak 7
responden (16,3%), Hierarchy Culture sebanyak 5 responden (11,6%), dan
Market Culture sebanyak 1 responden (2,3%). Disimpulkan bahwa budaya
organisasi perawat saat ini dan yang diharapkan didominasi oleh Clan Culture.
Rumah sakit disarankan memperkuat komunikasi, kerja sama tim, dan
keterlibatan perawat dalam pengambilan keputusan untuk mendukung
peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Kata Kunci: budaya organisasi, Clan Culture, OCAI, perawat, rumah sakit.
kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan kerja perawat, serta efektivitas kerja
tim di rumah sakit. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan
kerja yang kondusif sehingga mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budaya organisasi perawat di
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Baiturrahim Kota Jambi. Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei
2026. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap
Rumah Sakit Baiturrahim Kota Jambi sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan
responden penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Organizational Culture
Assessment Instrument (OCAI) berdasarkan model Competing Values Framework
yang mengukur empat tipe budaya organisasi, yaitu Clan Culture, Adhocracy
Culture, Market Culture, dan Hierarchy Culture. Analisis data dilakukan secara
univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa budaya organisasi yang dominan pada kondisi saat ini adalah
Clan Culture sebanyak 22 responden (51,2%), diikuti Hierarchy Culture
sebanyak 14 responden (32,6%), Adhocracy Culture sebanyak 4 responden
(9,3%), dan Market Culture sebanyak 3 responden (7,0%). Pada budaya
organisasi yang diharapkan, sebagian besar responden menginginkan Clan
Culture sebanyak 30 responden (69,8%), diikuti Adhocracy Culture sebanyak 7
responden (16,3%), Hierarchy Culture sebanyak 5 responden (11,6%), dan
Market Culture sebanyak 1 responden (2,3%). Disimpulkan bahwa budaya
organisasi perawat saat ini dan yang diharapkan didominasi oleh Clan Culture.
Rumah sakit disarankan memperkuat komunikasi, kerja sama tim, dan
keterlibatan perawat dalam pengambilan keputusan untuk mendukung
peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Kata Kunci: budaya organisasi, Clan Culture, OCAI, perawat, rumah sakit.