ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. H DENGAN UNSTABLE ANGINA PECTORIS DENGAN PENERAPAN TERAPI BENSON DI RUANG JANTUNG RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Categorie(s):
   Study Kasus
Author(s):
   Dian Sri Utami
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 20250123096
Nama Mahasiswa:
 DIAN SRI UTAMI
Nama Penulis:
 DIAN SRI UTAMI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
 Terapi Benson
Keyword(s):
Asuhan Keperawatan, Terapi Benson, Unstable Angina Pectoris
DOI:
Asuhan Keperawatan, Terapi Benson, Unstable Angina Pectoris
Abstract :
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. H DENGAN UNSTABLE ANGINA PECTORIS DENGAN PENERAPAN TERAPI BENSON DI RUANG JANTUNG
RSUD H. ABDUL MANAP
KOTA JAMBI

Dian Sri Utami , dibawah bimbingan Ns. Hesty, M.Kes




ABSTRAK

Latar Belakang: Angina pectoris adalah suatu sindroma klinik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai aliran arteri koroner. Unstable Angina Pectoris biasanya ditandai dengan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner dan biasanya digambarkan sebagai rasa terkanan, rasa penuh, diremas, berat atau nyeri
Tujuan: Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan pada Tn. H dengan Unstable Angina Pectoris dengan penerapan Terapi Benson di Ruang Jantung RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi). Berdasarkan Hasil pengkajian Pasien mengeluh nyeri dada sebelah kiri, Skala Nyeri (PQRST) P : Pada saat istirahat 30 menit, Q : Dada Sebelah Kiri Seperti Di Tusuk, R : Dada Sebelah Kiri, S : 8(1-10), T : Hilang Timbul. Pasien Tampak Meringis Kesakitan, Diagnosa keperawatan adalah Nyeri Akut berhubungan dengan Agen pencedera fisiologis (iskemia) (SDKI D.0077), dan Pola napas tidak efektif berhubungan dengan Hambatan upaya napas (nyeri saat bernapas) (SDKI D.0005). ntervensi utama dengan diagnosa keperawatan utama nyeri akut. (Manajemen Nyeri I.080066) )Implementasi keperawatan yang menjadi fokus utama dalam laporan ini adalah penatalaksanaan nyeri akut melalui penerapan terapi relaksasi Benson, sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri. Terapi ini dilakukan Selama 10-15 menit dengan frekuensi 2x sehari di pagi dan Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari, kedua masalah telah teratasi seluruhnya. Masalah nyeri teratasi pada tanggal 21 Desember 2025 dan masalah pola nafas teratasi pada tanggal 20 Desember 2025. Intervensi utama yang dilakukan adalah penerapan terapi benson untuk mengurangi nyeri yang mana terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala nyeri 8 (berat) menjadi skala nyeri 1 (ringan).

Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Terapi Benson, Unstable Angina Pectoris