PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMIPRONASI DENGAN NESTING TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
YUHAINI (20250122326)
Tahun:
2026
Kode:
-
Nama Penulis:
YUHAINI
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kata kunci: BBLR, frekuensi nafas, nesting, saturasi oksigen, semipronasi.
DOI:
-
Abstract :
PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMIPRONASI DENGAN NESTING TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) : STUDI LITERATUR
YUHAINI
ABSTRAK
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi BBLR berisiko mengalami gangguan pernapasan karena imaturitas paru, rendahnya produksi surfaktan, dan lemahnya otot pernapasan. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakstabilan saturasi oksigen dan frekuensi nafas. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian posisi semipronasi dengan nesting. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian posisi semipronasi dengan nesting terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi BBLR. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel penelitian yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, dan ScienceDirect. Artikel yang digunakan dipublikasikan dalam rentang tahun 2015 sampai 2025 dan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebelum intervensi, saturasi oksigen bayi BBLR berada pada rentang 92% sampai 94,50% dan frekuensi nafas cenderung meningkat hingga lebih dari 60 kali/menit. Sesudah pemberian posisi semipronasi dengan nesting, saturasi oksigen meningkat pada rentang 97% sampai 98,15%, sedangkan frekuensi nafas berada pada rentang 36 sampai 61,80 kali/menit dan menjadi lebih stabil. Sebagian besar jurnal menunjukkan adanya pengaruh posisi semipronasi dengan nesting terhadap peningkatan saturasi oksigen dan kestabilan frekuensi nafas. Dapat disimpulkan bahwa posisi semipronasi dengan nesting bermanfaat sebagai intervensi keperawatan untuk membantu meningkatkan oksigenasi dan menstabilkan pernapasan pada bayi BBLR.
YUHAINI
ABSTRAK
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi BBLR berisiko mengalami gangguan pernapasan karena imaturitas paru, rendahnya produksi surfaktan, dan lemahnya otot pernapasan. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakstabilan saturasi oksigen dan frekuensi nafas. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian posisi semipronasi dengan nesting. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian posisi semipronasi dengan nesting terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi BBLR. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel penelitian yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, dan ScienceDirect. Artikel yang digunakan dipublikasikan dalam rentang tahun 2015 sampai 2025 dan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebelum intervensi, saturasi oksigen bayi BBLR berada pada rentang 92% sampai 94,50% dan frekuensi nafas cenderung meningkat hingga lebih dari 60 kali/menit. Sesudah pemberian posisi semipronasi dengan nesting, saturasi oksigen meningkat pada rentang 97% sampai 98,15%, sedangkan frekuensi nafas berada pada rentang 36 sampai 61,80 kali/menit dan menjadi lebih stabil. Sebagian besar jurnal menunjukkan adanya pengaruh posisi semipronasi dengan nesting terhadap peningkatan saturasi oksigen dan kestabilan frekuensi nafas. Dapat disimpulkan bahwa posisi semipronasi dengan nesting bermanfaat sebagai intervensi keperawatan untuk membantu meningkatkan oksigenasi dan menstabilkan pernapasan pada bayi BBLR.