FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALNUTRISI GIZI KURANG PADA BALITA
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
STEPHA INECEA PUTRI UTAMIE (2025112025)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
STEPHA INECEA PUTRI UTAMIE
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kata Kunci : Faktor Risiko Gizi Kurang Balita
Abstract :
STUDI LITERATUR
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALNUTRISI GIZI KURANG PADA BALITA
Stepha Inecea Putri Utamie NPM. 20250112025
ABSTRAK
Gizi kurang pada balita di Indonesia, masih menjadi perhatian utama karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. World Health Organization WHO (2021) menegaskan bahwa gizi kurang pada balita tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang. Anak yang mengalami gizi kurang berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, penurunan kemampuan belajar, serta peningkatan risiko penyakit infeksi. Hasil SSGI tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih berada pada kisaran lebih dari 10%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan sejumlah artikel didapatkan dari portal jurnal Pubmed, DOAJ, Google Scholar dan Portal Garuda. Pencarian artikel menggunakan kata Kunci Malnutrisi, Gizi Kurang, Balita. Setelah proses pencarian artikel kemudian disaring berdasarkan rentang waktu maksimal 5 tahun (2020-2025) sehingga didapatkan 227 artikel. Artikel disaring kembali sejumlah 88 artikel dengan melihat keseluruhan sehingga didapatkan 52 artikel sehingga didapatkan sejumlah 13 artikel yang sesuai dengan topik. Hasil analisis literatur penelitian menunjukkan bahwa Sejumlah 9 dari 13 literatur menyatakan bahwa ASI Eksklusif, Sejumlah 7 dari 13 literatur menyatakan bahwa Riwayat Infeksi, Sejumlah 8 dari 13 literatur menyatakan bahwa Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Sejumlah 7 dari 13 literatur menyatakan bahwa Pengetahuan Ibu menjadi Faktor Risiko terhadap Gizi Kurang Pada Balita. Ibu dan keluarga diharapkan lebih aktif meningkatkan pengetahuan mengenai gizi balita melalui penyuluhan, buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, keluarga diharapkan memberikan ASI secara optimal, menyediakan makanan bergizi seimbang sesuai usia anak, menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta membawa balita secara rutin ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan sehingga masalah gizi dapat dideteksi sejak dini.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Gizi Kurang, Balita
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALNUTRISI GIZI KURANG PADA BALITA
Stepha Inecea Putri Utamie NPM. 20250112025
ABSTRAK
Gizi kurang pada balita di Indonesia, masih menjadi perhatian utama karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. World Health Organization WHO (2021) menegaskan bahwa gizi kurang pada balita tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang. Anak yang mengalami gizi kurang berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, penurunan kemampuan belajar, serta peningkatan risiko penyakit infeksi. Hasil SSGI tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih berada pada kisaran lebih dari 10%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan sejumlah artikel didapatkan dari portal jurnal Pubmed, DOAJ, Google Scholar dan Portal Garuda. Pencarian artikel menggunakan kata Kunci Malnutrisi, Gizi Kurang, Balita. Setelah proses pencarian artikel kemudian disaring berdasarkan rentang waktu maksimal 5 tahun (2020-2025) sehingga didapatkan 227 artikel. Artikel disaring kembali sejumlah 88 artikel dengan melihat keseluruhan sehingga didapatkan 52 artikel sehingga didapatkan sejumlah 13 artikel yang sesuai dengan topik. Hasil analisis literatur penelitian menunjukkan bahwa Sejumlah 9 dari 13 literatur menyatakan bahwa ASI Eksklusif, Sejumlah 7 dari 13 literatur menyatakan bahwa Riwayat Infeksi, Sejumlah 8 dari 13 literatur menyatakan bahwa Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Sejumlah 7 dari 13 literatur menyatakan bahwa Pengetahuan Ibu menjadi Faktor Risiko terhadap Gizi Kurang Pada Balita. Ibu dan keluarga diharapkan lebih aktif meningkatkan pengetahuan mengenai gizi balita melalui penyuluhan, buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, keluarga diharapkan memberikan ASI secara optimal, menyediakan makanan bergizi seimbang sesuai usia anak, menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta membawa balita secara rutin ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan sehingga masalah gizi dapat dideteksi sejak dini.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Gizi Kurang, Balita