Gambaran Karakteristik dan Self Management Penderita Hipertensi di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Dinda Edwar
Tahun:
2025
NIM Mahasiswa:
202121021
Nama Mahasiswa:
DINDA EDWAR
Nama Penulis:
DINDA EDWAR
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Karakteristik, Self Management, penderita hipertensi
Abstract :
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN SELF MANAGEMENT
PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS
PAKUAN BARU KOTA JAMBI
Dinda Edwar
ABSTRAK
Hipertensi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan
risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Laporan Global dari
World Health Organization (WHO) 2024 mengungkapkan bahwa orang dewasa
yang menderita hipertensi meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga dekade
terakhir. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 8,4% dari total populasi di
Indonesia mengalami hipertensi. Provinsi Jambi menempati peringkat ke-23
dengan prevalensi sebesar 8,0%. Di Kota Jambi, Puskesmas Pakuan Baru
mencatat jumlah kasus urutan 2 terbanyak dengan jumlah 3.489. Hipertensi yang
tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.
Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran karakteristik dan self
management penderita hipertensi di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.
Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Penelitian dilaksanakan dari Bulan Januari-Agustus 2025. Waktu pengumpulan
data pada 29 April 2025-06 Mei 2025 di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang berkunjung
di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi periode Januari-Februari 2025 dengan
jumlah 349 orang. Sampel berjumlah 78 responden dengan teknik purposive
sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner karakteristik dan
Hypertension Self Management Behaviours Quisionnare (HSMBQ). Analisis yang
digunakan adalah univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 78
responden, lebih dari separuhnya berusia lansia akhir (56-65 tahun) (52,6%),
berjenis kelamin perempuan (57,7%), tidak bekerja (56,4%) dan memiliki self
management kurang (52,6%). Puskesmas Pakuan Baru diharapkan dapat
meningkatkan upaya promotif dan preventif terkait pengelolaan hipertensi,
khususnya pada kelompok perempuan dan lansia yang memiliki prevalensi lebih
tinggi. Program edukasi rutin mengenai pola hidup sehat, diet rendah garam,
pentingnya olahraga, dan kepatuhan terhadap pengobatan perlu ditingkatkan baik
dalam bentuk penyuluhan kelompok maupun kunjungan rumah.
Kata Kunci : karakteristik, self management, penderita hipertensi
PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS
PAKUAN BARU KOTA JAMBI
Dinda Edwar
ABSTRAK
Hipertensi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan
risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Laporan Global dari
World Health Organization (WHO) 2024 mengungkapkan bahwa orang dewasa
yang menderita hipertensi meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga dekade
terakhir. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 8,4% dari total populasi di
Indonesia mengalami hipertensi. Provinsi Jambi menempati peringkat ke-23
dengan prevalensi sebesar 8,0%. Di Kota Jambi, Puskesmas Pakuan Baru
mencatat jumlah kasus urutan 2 terbanyak dengan jumlah 3.489. Hipertensi yang
tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.
Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran karakteristik dan self
management penderita hipertensi di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.
Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Penelitian dilaksanakan dari Bulan Januari-Agustus 2025. Waktu pengumpulan
data pada 29 April 2025-06 Mei 2025 di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang berkunjung
di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi periode Januari-Februari 2025 dengan
jumlah 349 orang. Sampel berjumlah 78 responden dengan teknik purposive
sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner karakteristik dan
Hypertension Self Management Behaviours Quisionnare (HSMBQ). Analisis yang
digunakan adalah univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 78
responden, lebih dari separuhnya berusia lansia akhir (56-65 tahun) (52,6%),
berjenis kelamin perempuan (57,7%), tidak bekerja (56,4%) dan memiliki self
management kurang (52,6%). Puskesmas Pakuan Baru diharapkan dapat
meningkatkan upaya promotif dan preventif terkait pengelolaan hipertensi,
khususnya pada kelompok perempuan dan lansia yang memiliki prevalensi lebih
tinggi. Program edukasi rutin mengenai pola hidup sehat, diet rendah garam,
pentingnya olahraga, dan kepatuhan terhadap pengobatan perlu ditingkatkan baik
dalam bentuk penyuluhan kelompok maupun kunjungan rumah.
Kata Kunci : karakteristik, self management, penderita hipertensi