PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA PADA PENDERITA HIPERTENSI
Categorie(s):
Literatur review
Author(s):
Ariani Afriza
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Ariani Afriza
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
Pembimbing 1 : Ns M Hidayat, M.Biomed
Pembimbing 2 : Ns. Rino M, M. Kep
eISSN/eISBN:
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA PADA PENDERITA HIPERTENSI
Keyword(s):
hypertension exercise, elderly, hypertension, blood pressure, physical
activity.
Abstract :
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang
berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan
penurunan kualitas hidup. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang
direkomendasikan dalam pengendalian hipertensi pada lansia adalah senam
hipertensi atau latihan fisik terstruktur. Penulisan studi literatur ini bertujuan
untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh senam
hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan
Garuda menggunakan kata kunci terkait senam hipertensi, latihan fisik, dan
hipertensi pada lansia. Dari sekitar 120 artikel yang teridentifikasi, setelah melalui
proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 11 artikel yang
memenuhi syarat untuk dianalisis, terdiri dari 2 jurnal internasional dan 9 jurnal
nasional dengan berbagai desain Studi Literatur, antara lain systematic review dan
meta-analysis, quasi experiment, pretestposttest, pre-eksperimental, serta
literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh jurnal melaporkan
adanya penurunan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang bermakna secara
statistik setelah intervensi senam hipertensi, dengan nilai signifikansi umumnya p
< 0,05 hingga p = 0,000. Senam hipertensi terbukti efektif apabila dilakukan
secara rutin dengan durasi sekitar 3040 menit dan frekuensi 23 kali per minggu.
Selain memberikan manfaat fisiologis berupa perbaikan fungsi kardiovaskular,
senam hipertensi juga berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan,
kesadaran, dan perilaku kesehatan lansia. Berdasarkan konsistensi hasil dari
berbagai Studi Literatur, dapat disimpulkan bahwa senam hipertensi merupakan
intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, mudah diterapkan, dan layak
direkomendasikan sebagai bagian dari program promotif dan preventif dalam
pengendalian hipertensi pada lansia
berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan
penurunan kualitas hidup. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang
direkomendasikan dalam pengendalian hipertensi pada lansia adalah senam
hipertensi atau latihan fisik terstruktur. Penulisan studi literatur ini bertujuan
untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh senam
hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan
Garuda menggunakan kata kunci terkait senam hipertensi, latihan fisik, dan
hipertensi pada lansia. Dari sekitar 120 artikel yang teridentifikasi, setelah melalui
proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 11 artikel yang
memenuhi syarat untuk dianalisis, terdiri dari 2 jurnal internasional dan 9 jurnal
nasional dengan berbagai desain Studi Literatur, antara lain systematic review dan
meta-analysis, quasi experiment, pretestposttest, pre-eksperimental, serta
literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh jurnal melaporkan
adanya penurunan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang bermakna secara
statistik setelah intervensi senam hipertensi, dengan nilai signifikansi umumnya p
< 0,05 hingga p = 0,000. Senam hipertensi terbukti efektif apabila dilakukan
secara rutin dengan durasi sekitar 3040 menit dan frekuensi 23 kali per minggu.
Selain memberikan manfaat fisiologis berupa perbaikan fungsi kardiovaskular,
senam hipertensi juga berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan,
kesadaran, dan perilaku kesehatan lansia. Berdasarkan konsistensi hasil dari
berbagai Studi Literatur, dapat disimpulkan bahwa senam hipertensi merupakan
intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, mudah diterapkan, dan layak
direkomendasikan sebagai bagian dari program promotif dan preventif dalam
pengendalian hipertensi pada lansia