PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN An.N DENGAN KEJANG DEMAM DALAM ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DI RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI
Author(s):
MEGA CHANDRA SUNDARI
Tahun:
2025
NIM Mahasiswa:
202491047
Nama Mahasiswa:
MEGA CHANDRA SUNDARI
Nama Penulis:
MEGA CHANDRA SUNDARI
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kejang Demam, Kompres Hangat, Hipertermia
Abstract :
Kejang demam sering dikaitkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental pada anak. Sampai saat ini, penyebab anak mengalami kejang demam belum bisa diketahui dengan pasti. Sebagian besar kasus kejang demam berkaitan dengan demam tinggi yang terjadi karena infeksi telinga, cacar air, tonsilitis, atau infeksi virus flu. Pada beberapa kasus, kejang demam juga bisa terjadi setelah anak diimunisasi, (Makarim, 2019 dalam D. F. A. Putri et al., 2022).Patofisiologi kejang demam sampai saat ini belum jelas. Di duga penyebab kejang demam adalah respon otak imatur terhadap peningkatan suhu yang cepat. Penyebab kejang di duga berhubungan dengan puncak suhu. Hipertermia mengurangi mekanisme yang menghambat aksi potensial dan meningkatkan transmisi sinaps eksitatorik. Pada penelitian binatang didapatkan peningkatan eksitabilitas neuron otak selama proses maturasinya. Suhu yang sering menimbulkan kejang demam adalah 38,5C . (Badrul, (2015) dalam D. F. A. Putri et al.,(2022)).Berdasarkan implementasi yang telah dilakukan pada Ny.N dengan keluhan demam pada kejang demam di ruang rawat inap anak RSUD H. Abdul manap kota Jambi dari tanggal 18 Juli 2025 samapai dengan 20 Juli 2025, maka suhu tubuh menurun pada hari ketiga asuhan perawatan.