Pengaruh latihan batuk efektif terhadap fungsi pernapasan dan bersihan jalan napas pasien tb paru

Categorie(s):
   Study literature
Author(s):
   Maissy lidya pramaishela
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 202422139
Nama Mahasiswa:
 MAISSY LIDYA PRAMAISHELA
Nama Penulis:
 Maissy lidya pramaishela
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Latihan batuk efektif, pengeluaran sputum, tuberkulosis paru, saturasi oksigen, keperawatan
Abstract :
Maissy Lidya Pramaishela ABSTRAK
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi kronis yang sering menimbulkan gangguan bersihan jalan napas akibat peningkatan produksi sputum. Akumulasi sekret yang tidak tereliminasi secara optimal dapat menyebabkan gangguan ventilasi, penurunan saturasi oksigen, serta meningkatkan ketidaknyamanan dan risiko komplikasi respiratorik. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut adalah latihan batuk efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum dan fungsi respirasi pada pasien TB paru melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan Literature Review dengan pendekatan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA dan kerangka kerja Arksey & OMalley. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, ResearchGate, DOAJ, dan Portal Garuda. Dari 68 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara komprehensif. Artikel yang dikaji umumnya menggunakan desain one group pretest posttest dan quasi experiment, dengan jumlah sampel berkisar antara 1539 responden pasien TB paru. Hasil kajian dari 5 Jurnal yang di review menunjukkan bahwa latihan batuk efektif memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengeluaran sputum. Sebagian besar penelitian melaporkan peningkatan volume sputum setelah intervensi dengan nilai p-value < 0,05, bahkan beberapa studi menunjukkan nilai p = 0,000, yang menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah latihan batuk efektif. Selain itu, latihan batuk efektif juga.terhadap peningkatan saturasi oksigen (SpO2), dengan rerata peningkatan berkisar antara 25% setelah intervensi. Pasien juga mengalami penurunan sesak napas dan kelelahan, serta peningkatan kenyamanan pernapasan secara subjektif. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa latihan batuk efektif terbukti secara statistik dan klinis efektif dalam meningkatkan pengeluaran sputum, memperbaiki ventilasi paru, serta meningkatkan saturasi oksigen pada pasien TB paru. Latihan batuk efektif merupakan intervensi keperawatan mandiri yang aman, mudah diterapkan, dan perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam asuhan keperawatan pasien TB paru dengan dukungan edukasi dan pendampingan perawat.
Kata kunci: latihan batuk efektif, pengeluaran sputum, tuberkulosis paru, saturasi oksigen, keperawatan