EFEKTIVITAS MANAJEMEN HALUSINASI PADA TN. A DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG YUDISTIRA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH KOLONEL H.M SYUKUR PROVINSI JAMBI TAHUN 2025

Categorie(s):
   laporan akhir profesi
Author(s):
   dily,noprasiska
Tahun:
   2025
NIM Mahasiswa:
 202491049
Nama Mahasiswa:
 DILY NOPRASISKA
Nama Penulis:
 DILY NOPRASISKA
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
Abstract :
Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara dan bunyi tidak berhubungan dengan stimulus nyata dan orang lain tidak mendengarnya. Perilaku yang muncul adalah mengarahkan telinga pada sumber suara, bicara atau tertawa sendiri, marah-marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, dan nada gerakan tangan. Gangguan jiwa di dunia merupakan masalah yang serius yang perlu mendapatkan perhatian karena tinggi angka penderitanya. Tujuan dilakukan proses keperawatan yaitu memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan masalah klien sehingga mutu pelayanan keperawatan menjadi optimal.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian keperawatan adalah satu klien halusinasi pendengaran di ruangan pega.Metode pengambilan data dengan wawancara kepada klien, selain itu dengan metode observasi mengamati perilaku klien dan melakukan pemeriksaan fisik. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan berlaku.
Berdasarkan pengkajian data ditemukan tanda dan gejala yang mendasari antara klien diperoleh diagnosa keperawatan perubahan persepsi sensori halusinasi pendengaran dengan risiko mencederai diri. Hasil penelitian setelah dilakukan tindakan keperawatan dari kedua klien dapat memahami cara mengontrol halusiansi meskipun dapat disimpulkan klien belum dapat mengatasi masalahnya sebagian.
Pemberian asuhan keperawatan klien dapat mengontrol halusinasi pendengaran yang dialaminya dengan mekanisme koping yang tepat. Selain itu juga dibutuhkan dukungan dari pihak keluarga bertujuan untuk mendukung klien agar dapat mengontrol halusinasinya.