PENERAPAN MANAGEMEN HALUSINASI PADA Tn. D DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG PEGA RUMAH SAKIT

Author(s):
   RITA SRIWAHYUNI
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 202491052
Nama Mahasiswa:
 RITA SRIWAHYUNI
Nama Penulis:
 RIRA SRIWAHYUNI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran
Abstract :
Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara dan bunyi tidak berhubungan dengan stimulus nyata dan orang lain tidak mendengarnya. Perilaku yang muncul adalah mengarahkan telinga pada sumber suara, bicara atau tertawa sendiri, marah-marah tanpa sebab, menutup telinga, mulut komat-kamit, dan nada gerakan tangan. Gangguan jiwa di dunia merupakan masalah yang serius yang perlu mendapatkan perhatian karena tinggi angka penderitanya. Tujuan dilakukan proses keperawatan yaitu memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan masalah klien sehingga mutu pelayanan keperawatan menjadi optimal.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian keperawatan adalah satu klien halusinasi pendengaran di ruangan pega.Metode pengambilan data dengan wawancara kepada klien, selain itu dengan metode observasi mengamati perilaku klien dan melakukan pemeriksaan fisik. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan berlaku.
Berdasarkan pengkajian data ditemukan tanda dan gejala yang mendasari antara klien diperoleh diagnosa keperawatan perubahan persepsi sensori halusinasi pendengaran dengan risiko mencederai diri. Hasil penelitian setelah dilakukan tindakan keperawatan dari kedua klien dapat memahami cara mengontrol halusiansi meskipun dapat disimpulkan klien belum dapat mengatasi masalahnya sebagian.
Pemberian asuhan keperawatan klien dapat mengontrol halusinasi pendengaran yang dialaminya dengan mekanisme koping yang tepat. Selain itu juga dibutuhkan dukungan dari pihak keluarga bertujuan untuk mendukung klien agar dapat mengontrol halusinasinya.