Hubungan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)ibu dengan kejadian diare pada balita
Categorie(s):
Studi literatur
Author(s):
Aisya,putri
Tahun:
2026
NIM Mahasiswa:
202422170
Nama Mahasiswa:
AISYA PUTRI
Nama Penulis:
AISYA PUTRI
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Phbs,ibu,diare,balita
Abstract :
Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu memiliki peran penting dalam pencegahan diare karena ibu adalah pengasuh utama yang berinteraksi langsung dengan balita. PHBS yang buruk seperti tidak mencuci tangan pakai sabun, penggunaan air tidak bersih, dan pengelolaan makanan yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko kejadian diare pada balita.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas X.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas X sebanyak 150 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PHBS dan lembar observasi kejadian diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki PHBS kurang baik sebanyak 35 responden (58,3%). Kejadian diare pada balita dalam 3 bulan terakhir ditemukan pada 32 balita (53,3%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan nilai OR = 5,250, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita. Balita dengan ibu yang PHBS-nya kurang baik berisiko 5,25 kali lebih besar mengalami diare dibandingkan dengan ibu yang PHBS-nya baik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita. Semakin baik PHBS ibu, maka semakin rendah kejadian diare pada balita. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang PHBS kepada ibu balita dan kepada ibu untuk menerapkan 10 indikator PHBS di tatanan rumah tangga secara konsisten.
Kata Kunci: PHBS, Ibu, Diare,Balita
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas X.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas X sebanyak 150 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PHBS dan lembar observasi kejadian diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki PHBS kurang baik sebanyak 35 responden (58,3%). Kejadian diare pada balita dalam 3 bulan terakhir ditemukan pada 32 balita (53,3%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan nilai OR = 5,250, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita. Balita dengan ibu yang PHBS-nya kurang baik berisiko 5,25 kali lebih besar mengalami diare dibandingkan dengan ibu yang PHBS-nya baik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita. Semakin baik PHBS ibu, maka semakin rendah kejadian diare pada balita. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang PHBS kepada ibu balita dan kepada ibu untuk menerapkan 10 indikator PHBS di tatanan rumah tangga secara konsisten.
Kata Kunci: PHBS, Ibu, Diare,Balita