STUDI LITERATUR PENGARUH KONSUMSI TELUR REBUS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI

Categorie(s):
   Remaja
Author(s):
   NILAM RAFITA NAIM
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 202462098
Nama Mahasiswa:
 NILAM RAFITA NAIM
Nama Penulis:
 NILAM RAFITA NAIM
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
anemia; hemoglobin; remaja putri; telur rebus
Abstract :
Anemia defisiensi zat besi pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada kebugaran, konsentrasi belajar, produktivitas, serta berisiko berlanjut hingga masa kehamilan dan meningkatkan komplikasi obstetri. Secara global, WHO (2023) melaporkan anemia pada wanita usia subur masih tinggi, sedangkan di Indonesia prevalensi anemia remaja putri berdasarkan SKI 2023 mencapai 32,3%. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan kurang seimbang mendorong perlunya alternatif intervensi gizi nonfarmakologis yang mudah diterima, salah satunya telur rebus sebagai sumber protein dan zat besi heme. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap kadar hemoglobin remaja putri berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah scoping review melalui penelusuran Google Scholar pada periode Januari 2021Oktober 2025, dengan kata kunci telur rebus AND kadar hemoglobin AND remaja putri, serta kriteria inklusi artikel full text dengan desain eksperimental/quasi-eksperimental. Hasil review menunjukkan seluruh studi yang dianalisis melaporkan peningkatan kadar hemoglobin setelah intervensi telur rebus, baik sebagai intervensi tunggal maupun kombinasi (madu/jeruk), dan secara konsisten bermakna statistik (p-value 2 g/dL. Kesimpulannya, konsumsi telur rebus berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri anemia. Disarankan integrasi edukasi gizi dan intervensi berbasis pangan lokal (telur rebus, disertai sumber vitamin C serta pembatasan teh/kopi setelah makan) pada program kesehatan remaja di sekolah dan layanan kesehatan, serta penelitian lanjutan dengan desain eksperimental dan durasi lebih panjang.