Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam RSUD Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025.

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   MUHAMMAD DAFFA JULIADI
Tahun:
   2025
NIM Mahasiswa:
 202422100
Nama Mahasiswa:
 MUHAMMAD DAFFA JULIADI
Nama Penulis:
 MUHAMMAD DAFFA JULIADI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kepatuhan Minum Obat, Kadar Gula Darah, Diabetes Mellitus.
Abstract :
Secara global, prevalensi DM menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, sekitar 537 juta orang dewasa (usia 2079 tahun) hidup dengan diabetes, dan angka ini diprediksi bertambah menjadi 643 juta pada tahun 2030, serta mencapai 783 juta pada tahun 2045. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Poli Penyakit Dalam RSUD Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2025. Penelitian dilakukan di RSUD Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin pada tanggal 01 s/d 08 Agustus tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus berobat ke Poli Penyakit Dalam RSUD Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin bulan Januari s/d Juni 2025 sebanyak 394 orang dan jumlah sampel sebanyak 43 orang dimana pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 26 responden (60,5%) patuh dalam mengkonsumsi obat, sebagian besar sebanyak 24 responden (55,8%) mengalami kadar gula darah > 200 mg/dL (diabetes), adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Poli Penyakit Dalam RSUD Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin dengan p-value 0,000. Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan program edukasi kesehatan bagi pasien diabetes mellitus terkait pentingnya kepatuhan minum obat yang disertai dengan pola makan sehat, olahraga, dan manajemen stres. Selain itu, perlu adanya monitoring rutin dan konseling berkelanjutan untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.