HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MENGONSUMSI BAYAM MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5 KOTA JAMBI
Author(s):
Salma Azzahra
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Salma Azzahra
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU
MENGONSUMSI BAYAM MERAH TERHADAP
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB)
PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5
KOTA JAMBI
Salma Azzahra
ABSTRAK
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
dapat menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup. Salah
satu upaya pencegahan anemia adalah meningkatkan pengetahuan serta perilaku
mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti bayam merah. Penelitian ini
didasarkan pada teori perilaku kesehatan Lawrence Green dan konsep
pengetahuan Notoatmodjo yang menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan
faktor predisposisi yang memengaruhi terbentuknya perilaku kesehatan. Penelitian
bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku mengonsumsi
bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di
SMAN 5 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain cross sectional. Populasi berjumlah 290 siswi kelas X, dengan sampel 44
responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya,
kemudian dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 52,3% responden memiliki pengetahuan kategori
cukup dan 61,4% memiliki perilaku baik. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku mengonsumsi
bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) (p = 0,001).
Disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, semakin baik
pula perilaku mengonsumsi bayam merah sebagai upaya pencegahan anemia.
Kata Kunci : pengetahuan, perilaku, bayam merah, hemoglobin, remaja putri.
MENGONSUMSI BAYAM MERAH TERHADAP
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB)
PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5
KOTA JAMBI
Salma Azzahra
ABSTRAK
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
dapat menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup. Salah
satu upaya pencegahan anemia adalah meningkatkan pengetahuan serta perilaku
mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti bayam merah. Penelitian ini
didasarkan pada teori perilaku kesehatan Lawrence Green dan konsep
pengetahuan Notoatmodjo yang menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan
faktor predisposisi yang memengaruhi terbentuknya perilaku kesehatan. Penelitian
bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku mengonsumsi
bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di
SMAN 5 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain cross sectional. Populasi berjumlah 290 siswi kelas X, dengan sampel 44
responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya,
kemudian dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 52,3% responden memiliki pengetahuan kategori
cukup dan 61,4% memiliki perilaku baik. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku mengonsumsi
bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) (p = 0,001).
Disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, semakin baik
pula perilaku mengonsumsi bayam merah sebagai upaya pencegahan anemia.
Kata Kunci : pengetahuan, perilaku, bayam merah, hemoglobin, remaja putri.