ASUHAN KEPERAWATAN PADA By. Ny L DENGAN DIAGNOSA MEDIS RESPIATORY DISTRESS SYNDROME DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DI RUANG NICU RSUD SULTAN THAHA SAIFUDDIN KABUPATEN TEBO
Categorie(s):
STUDI KASUS
Author(s):
M Widiastuti W
Tahun:
2026
Nama Penulis:
M Widiastuti W
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Bayi, Nesting, Oksigenasi, Prone, Respiratory Distress Syndrome, Surfaktan
Abstract :
Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan gangguan pernapasan pada neonatus yang terjadi akibat defisiensi surfaktan sehingga menyebabkan alveoli berada dalam kondisi kolaps. Bayi dengan RDS yang tidak mendapat penanganan, dapat mengalami perburukan kondisi dalam 48-72 jam. Kejadian RDS di ruang Perinatologi RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo pada tahun 2025 sebanyak 123 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan asuhan keperawatan pada neonatus dengan RDS di Ruangan NICU RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-22 Januari 2026 dengan 1 orang bayi diagnosa Respiratory Distress Syndrome (RDS) di ruang NICU RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, pengukuran langsung, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil pengkajian didapatkan Bayi Ny.L tampak sesak, tampak retraksi dinding dada, frekuensi pernapasan 68x/menit, nadi 140x/menit , suhu 36,7 C dan berat badan 1270 gram. Diagnosis keperawatan yang didapatkan yaitu gangguan pertukaran gas, risiko termoregulasi tidak efektif dan risiko infeksi. Intervensi yang dilakukan yaitu pemantauan respirasi, terapi oksigen, manajemen hipotermia dan pemantauan respirasi dan dukungan ventilasi, regulasi temperature dan manajemen lingkungan dan pencegahan infeksi. Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari rawatan maka didapatkan hasil pertukaran gas meningkat, termoregulasi neonatus membaik dan tingkat infeksi menurun. Nesting adalah teknik asuhan keperawatan berbentuk tempat tidur nyaman yang memberikan batasan (boundary) bagi bayi, bertujuan menciptakan rasa aman, mengurangi stres, dan meningkatkan stabilitas hemodinamik (denyut jantung dan saturasi oksigen). Hasil menunjukkan bahwa kombinasi nesting dengan posisi prone (tengkurap) secara signifikan dapat meningkatkan fungsi pernapasan, menurunkan frekuensi napas ke angka normal, dan mengoptimalkan status oksigenasi pada bayi dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS) di ruang NICU.