PENGARUH PEMBERIAN TERAPI SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA PENDERITA DEMENSIA
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
Gilang Agung Laksmana Putra (20250122058)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Gilang Agung Laksmana Putra
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Brain Gym, fungsi kognitif, lansia, demensia, senam otak.
Abstract :
Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, konsentrasi, orientasi, dan kemampuan berpikir. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi senam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia penderita demensia melalui metode studi literatur. Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 20172025. Dari hasil penelusuran diperoleh lima jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar
penelitian melaporkan adanya peningkatan fungsi kognitif setelah pemberian terapi senam otak, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan mengingat, konsentrasi, orientasi, dan proses berpikir pada lansia. Namun, terdapat satu penelitian yang menunjukkan pengaruh yang relatif lemah terhadap peningkatan fungsi kognitif. Perbedaan hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh variasi jumlah sampel, karakteristik responden, serta durasi dan frekuensi intervensi yang diberikan. Secara keseluruhan, terapi senam otak memberikan pengaruh positif terhadap fungsi kognitif lansia dan berpotensi menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan ekonomis untuk membantu mempertahankan maupun meningkatkan fungsi kognitif pada lansia penderita demensia.
penelitian melaporkan adanya peningkatan fungsi kognitif setelah pemberian terapi senam otak, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan mengingat, konsentrasi, orientasi, dan proses berpikir pada lansia. Namun, terdapat satu penelitian yang menunjukkan pengaruh yang relatif lemah terhadap peningkatan fungsi kognitif. Perbedaan hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh variasi jumlah sampel, karakteristik responden, serta durasi dan frekuensi intervensi yang diberikan. Secara keseluruhan, terapi senam otak memberikan pengaruh positif terhadap fungsi kognitif lansia dan berpotensi menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan ekonomis untuk membantu mempertahankan maupun meningkatkan fungsi kognitif pada lansia penderita demensia.