HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN HIPERTENSI PADA PRIA DEWASA

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   DHINI NURHANYTIYA (20250122074)
Tahun:
   2026
Nama Penulis:
 DHINI NURHANYTIYA
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat berupa penyakit tidak menular yang berkontribusi signifikan pada peningkatan morbiditas kardiovaskular. Kondisi mematikan ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada fase awal. Gaya hidup tidak sehat, khususnya kebiasaan merokok, memiliki kontribusi yang sangat kuat terhadap timbulnya hipertensi. Pria dewasa merupakan kelompok paling rentan karena memiliki prevalensi serta intensitas merokok yang tinggi dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan kerentanan, gambaran, serta menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada pria dewasa berdasarkan berbagai studi literatur terdahulu. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah tinjauan literatur atau scoping review. Pencarian data sekunder dilakukan secara sistematis melalui pangkalan data akademik elektronik seperti PubMed, GARUDA, serta Google Scholar dengan batasan tahun publikasi lima tahun terakhir. Berdasarkan tahapan seleksi kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, diperoleh enam artikel penelitian utama guna dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis dari keenam literatur ilmiah tersebut menunjukkan bahwa gambaran kebiasaan merokok pada pria dewasa masih tergolong sangat tinggi, didominasi oleh perokok kategori sedang (64,52%–81,3%) hingga berat (94,3%). Kejadian hipertensi pada kelompok umur ini juga ditemukan sangat tinggi, mencapai 48,6%–80,65%. Secara statistik, seluruh literatur yang dikaji secara konsisten melaporkan adanya hubungan yang sangat signifikan (p-value < 0,05) antara perilaku merokok dengan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi pada individu pria dewasa. Kandungan racun nikotin dan karbon monoksida terbukti secara medis memicu vasokonstriksi pembuluh darah. Sebagai saran praktis, profesi keperawatan diharapkan makin gencar memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif mengenai bahaya merokok untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Peneliti selanjutnya sangat disarankan untuk dapat menggunakan desain penelitian observasional yang jauh lebih kuat serta menambahkan berbagai variabel gaya hidup tambahan lainnya supaya hasil akhirnya lebih akurat. Kata Kunci: Hipertensi, Kebiasaan Merokok, Pria Dewasa, Studi Literatur, scoping review
Abstract :
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat berupa penyakit tidak menular yang berkontribusi signifikan pada peningkatan morbiditas kardiovaskular. Kondisi mematikan ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada fase awal. Gaya hidup tidak sehat, khususnya kebiasaan merokok, memiliki kontribusi yang sangat kuat terhadap timbulnya hipertensi. Pria dewasa merupakan kelompok paling rentan karena memiliki prevalensi serta intensitas merokok yang tinggi dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan kerentanan, gambaran, serta menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada pria dewasa berdasarkan berbagai studi literatur terdahulu. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah tinjauan literatur atau scoping review. Pencarian data sekunder dilakukan secara sistematis melalui pangkalan data akademik elektronik seperti PubMed, GARUDA, serta Google Scholar dengan batasan tahun publikasi lima tahun terakhir. Berdasarkan tahapan seleksi kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, diperoleh enam artikel penelitian utama guna dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis dari keenam literatur ilmiah tersebut menunjukkan bahwa gambaran kebiasaan merokok pada pria dewasa masih tergolong sangat tinggi, didominasi oleh perokok kategori sedang (64,52%81,3%) hingga berat (94,3%). Kejadian hipertensi pada kelompok umur ini juga ditemukan sangat tinggi, mencapai 48,6%80,65%. Secara statistik, seluruh literatur yang dikaji secara konsisten melaporkan adanya hubungan yang sangat signifikan (p-value < 0,05) antara perilaku merokok dengan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi pada individu pria dewasa. Kandungan racun nikotin dan karbon monoksida terbukti secara medis memicu vasokonstriksi pembuluh darah. Sebagai saran praktis, profesi keperawatan diharapkan makin gencar memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif mengenai bahaya merokok untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Peneliti selanjutnya sangat disarankan untuk dapat menggunakan desain penelitian observasional yang jauh lebih kuat serta menambahkan berbagai variabel gaya hidup tambahan lainnya supaya hasil akhirnya lebih akurat.
Kata Kunci: Hipertensi, Kebiasaan Merokok, Pria Dewasa, Studi Literatur, scoping review