HUBUNGAN DURASI PUASA PREOPERATIF TERHADAP KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV)

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   EKA MERDEKAWATI (NPM 20250122215)
Tahun:
   2026
Nama Penulis:
 EKA MERDEKAWATI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
anestesi perioperatif, durasi puasa, komplikasi pascaoperasi, literature review, Post Operative Nausea and Vomiting (PONV), puasa preoperatif.
Abstract :
Durasi puasa preoperatif merupakan salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien pascaoperasi. Puasa yang berlangsung lebih lama dari rekomendasi dapat meningkatkan risiko PONV melalui berbagai mekanisme fisiologis, seperti peningkatan sekresi asam lambung, dehidrasi, dan ketidaknyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan durasi puasa preoperatif dengan kejadian PONV pada pasien pascaoperasi. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 20212026. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis berdasarkan pedoman PRISMA dan pendekatan Arksey dan OMalley yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan desain penelitian, karakteristik responden, durasi puasa preoperatif, jenis anestesi, serta kejadian PONV. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh artikel yang dianalisis melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi puasa preoperatif dan kejadian PONV. Pasien yang menjalani puasa preoperatif dengan durasi lebih panjang memiliki risiko lebih tinggi mengalami mual dan muntah pascaoperasi dibandingkan pasien yang menjalani puasa sesuai rekomendasi. Durasi puasa optimal, yaitu sekitar 6 jam untuk makanan padat dan 2 jam untuk cairan jernih, terbukti berkontribusi dalam menurunkan kejadian PONV, meningkatkan kenyamanan pasien, serta mendukung pemulihan pascaoperasi. Dengan demikian, penerapan durasi puasa preoperatif sesuai pedoman direkomendasikan sebagai strategi berbasis bukti untuk menurunkan kejadian PONV dan meningkatkan kualitas pelayanan perioperatif serta keselamatan pasien.