PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI FRAKTUR PROKSIMAL HUMERUS DEXTRA DENGAN MODALITAS TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN TERAPI LATIHAN DI RUMAH SAKIT BAITURRAHIM

Categorie(s):
   Fraktur Proksimal Humerus Dextra, TENS, Terapi Latihan.
Author(s):
   ZAHWA NURUL HUMAIRA
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 202351009
Nama Mahasiswa:
 ZAHWA NURUL HUMAIRA
Nama Penulis:
 ZAHWA NURUL HUMAIRA
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
Universitas Baiturrahim
Program Studi DIII Fisioterapi
KTI, 10 Juli 2026

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI FRAKTUR PROKSIMAL
HUMERUS DEXTRA DENGAN MODALITAS TRANSCUTANEOUS
ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN TERAPI
LATIHAN DI RUMAH SAKIT BAITURRAHIM
(ZAHWA NURUL HUMAlRA, 2026, 107 HALAMAN)
Putra Hadi, SSt., FT., M.Or., AIFO*) Dan Eko Purwoko, S.Kes.,M.Hkes**)
ABSTRAK
Latar Belakang: Fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang atau tulang rawan, baik secara total maupun parsial, yang umumnya terjadi akibat trauma fisik atau tekanan mekanis yang melebihi kekuatan tulang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pukulan langsung, trauma tidak langsung, gerakan puntir, hingga kontraksi otot yang ekstrem. Fraktur proksimal humerus dextra merupakan kondisi patah tulang pada bagian proksimal humerus yang menyebabkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, dan gangguan aktivitas fungsional.
Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungsional pasien pada kasus fraktur proksimal humerus dextra dengan modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan.
Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak 4 kali menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan, diperoleh hasil adanya penurunan nyeri gerak 3 menjadi 2 dan nyeri tekan 2 menjadi 1, peningkatan lingkup gerak sendi fleksi bahu dari S:160-0-50 menjadi S:170-0-50, serta peningkatan aktivitas fungsional berdasarkan SPADI dari 13,08% (Ringan) menjadi 10% (Ringan).
Kesimpulan: Pemberian intervensi fisioterapi berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, dan meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien fraktur proksimal humerus dextra.
Kata Kunci: Fraktur Proksimal Humerus Dextra, TENS, Terapi Latihan.
*) Pembimbing 1
**) Pembimbing 2