GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG DIIT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RS TK III DR BRATANATA JAMBI

Categorie(s):
   SRIPSI
Author(s):
   HAFNI HARTATI
Tahun:
   2025
NIM Mahasiswa:
 202422037
Nama Mahasiswa:
 HAFNI HARTATI
Nama Penulis:
 HAFNI HARTATI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Diet hipertensi, Hipertensi, Pengetahuan
Abstract :
sering tanpa gejala khas, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke,
gagal ginjal, dan penyakit jantung. Tingginya prevalensi hipertensi berkaitan erat dengan
pola hidup tidak sehat serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan
dan tata laksana penyakit ini. Data rekam medis RS TK III dr. Bratanata Jambi
menunjukkan jumlah pasien hipertensi cukup tinggi. Pada April hingga Juni 2025 tercatat
653 kasus pasien hipertensi yang berobat di poliklinik rawat jalan penyakit dalam.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pengendalian yang efektif.Salah satu
upaya nonfarmakologis yang terbukti bermanfaat adalah penerapan diet hipertensi.
Prinsip diet ini mencakup pembatasan konsumsi garam, lemak, karbohidrat, serta
peningkatan asupan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
pengetahuan pasien hipertensi terkait diet hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RS TK
III dr. Bratanata Jambi.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi sebanyak 3.856
orang, dengan sampel 98 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan diet hipertensi, dan analisis
data dilakukan secara univariat.Hasil penelitian dari 84 responden menunjukkan sebagian
besar memiliki tingkat pengetahuan sedang, yaitu sebesar 57,1%. Hal ini menandakan
pemahaman pasien mengenai prinsip diet hipertensi masih terbatas. Berdasarkan temuan
tersebut, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan program edukasi diet hipertensi
dengan metode interaktif, bahasa sederhana, serta melibatkan keluarga pasien. Edukasi
berkesinambungan diharapkan mampu mendorong pasien lebih patuh dalam menerapkan
pola makan sehat guna mengendalikan tekanan darah.