GAMBARAN FAKTOR RISIKO DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI RUANG KENARI RUMAH SAKIT DR. BRATANATA JAMBI

Author(s):
   ERNIDAWATI
Tahun:
   2025
NIM Mahasiswa:
 202422008
Nama Mahasiswa:
 ERNIDAWATI
Nama Penulis:
 ERNIDAWATI
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
GAMBARAN FAKTOR RISIKO DEMAM BERDARAH DENGUE PADA
ANAK DI RUANG KENARI RUMAH SAKIT
DR. BRATANATA JAMBI
Ernidawati
ABSTRAK
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang
masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi
Jambi. Insiden DBD pada anak di Ruang Kenari Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi
mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir, sehingga perlu
dilakukan kajian mengenai faktor risiko yang memengaruhi tingginya angka
kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko DBD
pada anak berdasarkan kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan tanaman hias
di rumah, tindakan 4M Plus, dan kepadatan hunian. Penelitian dilakukan pada
JanuariAgustus 2025 dengan desain kuantitatif deskriptif. Populasi adalah orang
tua anak dengan kasus DBD yang dirawat pada Januari 2025 sebanyak 36 orang,
sekaligus dijadikan sampel penelitian dengan teknik total sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan
menggantung pakaian (58,3%), sebagian besar memiliki tanaman hias di rumah
(66,7%), mayoritas tidak melakukan tindakan 4M Plus dengan baik (69,4%), serta
lebih dari separuh memiliki kepadatan hunian kategori padat (72,2%). Temuan ini
menunjukkan bahwa faktor perilaku dan lingkungan masih menjadi penyumbang
utama risiko DBD pada anak. Disarankan agar pihak rumah sakit, khususnya
penanggung jawab program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
(P2PM), memperkuat kegiatan promosi kesehatan terkait pencegahan DBD, serta
meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan tindakan
4M Plus secara konsisten di lingkungan rumah.
Kata kunci: anak, DBD, faktor risiko, lingkungan, pencegahan