HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDAKI DENGAN PENANGANAN HIPOTERMIA
Categorie(s):
skripsi
Author(s):
LUSI,RAHAYU,SIMATUPANG
Tahun:
2025
NIM Mahasiswa:
202422160
Nama Mahasiswa:
LUSI RAHAYU SIMATUPANG
Nama Penulis:
lusi rahayu simatupang
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
hipotermia, tingkat pengetahuan, pendaki gunung, penanganan hipotermia
Abstract :
ABSTRAK
Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu tubuh inti di bawah 35C yang sering terjadi pada pendaki gunung akibat paparan lingkungan dingin, angin, dan hujan. Kurangnya tingkat pengetahuan pendaki mengenai tanda dan gejala, pencegahan, serta penanganan hipotermia dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pendaki dengan penanganan hipotermia.
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun publikasi 20202025. Proses pemilihan artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining, dan kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel penelitian yang relevan dianalisis dalam studi ini.
Hasil studi literatur menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pendaki tentang hipotermia berada pada kategori baik, cukup, dan kurang, dengan dominasi pada kategori baik dan cukup. Sebagian besar artikel menunjukkan bahwa pendaki dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung melakukan penanganan hipotermia yang lebih tepat, seperti mengganti pakaian basah, memberikan penghangatan pasif maupun aktif, serta mempertahankan posisi tubuh korban dengan benar. Namun, satu artikel menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan praktik penanganan hipotermia, yang diduga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman mendaki, pelatihan, dan kesiapsiagaan di lapangan.
Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa tingkat pengetahuan pendaki berperan penting dalam menentukan kualitas penanganan hipotermia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama bagi pendaki guna mencegah kejadian hipotermia dan meningkatkan keselamatan selama kegiatan pendakian.
Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu tubuh inti di bawah 35C yang sering terjadi pada pendaki gunung akibat paparan lingkungan dingin, angin, dan hujan. Kurangnya tingkat pengetahuan pendaki mengenai tanda dan gejala, pencegahan, serta penanganan hipotermia dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pendaki dengan penanganan hipotermia.
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun publikasi 20202025. Proses pemilihan artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining, dan kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel penelitian yang relevan dianalisis dalam studi ini.
Hasil studi literatur menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pendaki tentang hipotermia berada pada kategori baik, cukup, dan kurang, dengan dominasi pada kategori baik dan cukup. Sebagian besar artikel menunjukkan bahwa pendaki dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung melakukan penanganan hipotermia yang lebih tepat, seperti mengganti pakaian basah, memberikan penghangatan pasif maupun aktif, serta mempertahankan posisi tubuh korban dengan benar. Namun, satu artikel menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan praktik penanganan hipotermia, yang diduga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman mendaki, pelatihan, dan kesiapsiagaan di lapangan.
Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa tingkat pengetahuan pendaki berperan penting dalam menentukan kualitas penanganan hipotermia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama bagi pendaki guna mencegah kejadian hipotermia dan meningkatkan keselamatan selama kegiatan pendakian.