EFEKTIVITAS TERAPI LEMON DAN AKUPRESUR TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
Categorie(s):
STUDI LITERATUR
Author(s):
FERA DELVIA
Tahun:
2025
NIM Mahasiswa:
202422117
Nama Mahasiswa:
FERA DELVIA
Nama Penulis:
FERA DELVIA
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN, 2025
Keyword(s):
akupresur, ibu hamil trimester I, mual muntah, terapi lemon
Abstract :
Mual muntah pada kehamilan trimester I merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi, namun apabila berlebihan dapat berkembang menjadi emesis hingga hiperemesis gravidarum yang berdampak pada gangguan nutrisi, dehidrasi, serta peningkatan risiko komplikasi maternal. Secara global, World Health Organization melaporkan bahwa mual muntah dialami oleh sebagian besar ibu hamil pada trimester awal, sementara di Indonesia kondisi ini masih menjadi salah satu keluhan utama dalam pelayanan antenatal dan berpotensi memperburuk status kesehatan ibu. Berbagai pendekatan nonfarmakologis dikembangkan sebagai alternatif yang aman, salah satunya terapi lemon dan akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi lemon dan akupresur terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I berdasarkan studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan desain scoping review melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Google Scholar dalam rentang tahun 20212025, dengan kriteria inklusi artikel eksperimental dan quasi-eksperimental yang relevan. Hasil telaah terhadap delapan artikel menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mual muntah ibu hamil umumnya berada pada kategori ringan hingga berat, sedangkan setelah diberikan terapi lemon dan akupresur terjadi penurunan intensitas dan frekuensi mual muntah secara konsisten. Seluruh penelitian menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik dengan p-value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi lemon dan akupresur efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Disarankan agar terapi ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan antenatal serta dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat.