PENGETAHUAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DEMAM TIFOID PADA BALITA

Categorie(s):
   -
Author(s):
   SRI USWATIN HASANAH
Tahun:
   2025
Kode:
 -
NIM Mahasiswa:
 202422133
Nama Mahasiswa:
 SRI USWATIN HASANAH
Nama Penulis:
 SRI USWATIN HASANAH
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
balita, demam tifoid, pencegahan, pengetahuan keluarga
DOI:
-
Abstract :
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global dan nasional, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang layak. World Health Organization melaporkan bahwa demam tifoid masih menyebabkan jutaan kasus setiap tahun, dengan risiko tinggi pada kelompok balita karena sistem imun yang belum matang. Di Indonesia, kejadian demam tifoid masih cukup tinggi dan berkaitan erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi lingkungan, serta tingkat pengetahuan keluarga sebagai pengasuh utama balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tinjauan literatur tentang pengetahuan keluarga dalam pencegahan demam tifoid pada balita. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan scoping review melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Google Scholar dalam rentang tahun 20212025. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara naratif. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga dalam pencegahan demam tifoid pada balita masih didominasi oleh kategori rendah hingga sedang, terutama pada aspek kebersihan makanan, sanitasi lingkungan, dan praktik mencuci tangan. Rendahnya pengetahuan keluarga berpotensi meningkatkan risiko kejadian demam tifoid pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan keluarga memegang peranan penting dalam pencegahan demam tifoid pada balita dan perlu ditingkatkan melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Disarankan agar perawat dan institusi pendidikan kesehatan memperkuat program promosi kesehatan berbasis keluarga untuk menekan angka kejadian demam tifoid pada balita.