PENERAPAN MASASE TEKNIK EFFLEURAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
APRIYANA, (NPM 20250122328)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
APRIYANA
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Hipertensi, Masase Effleurage, Tekanan Darah.
Abstract :
PENERAPAN MASASE TEKNIK EFFLEURAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
Apriyana
ABSTRAK
Hipertensi yang sering dijuluki sebagai "the silent killer", merupakan kondisi tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg yang menetap. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% dan menjadi faktor risiko utama komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Masase teknik effleurage adalah terapi non-farmakologi berupa usapan lembut berirama yang bertujuan merangsang sistem saraf parasimpatis untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta pengaruh penerapan masase teknik effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur naratif. Sumber data diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah pada basis data Google Scholar dan Chrome dalam rentang tahun 2021-2025. Terdapat 5 artikel prioritas yang dianalisis yang memenuhi kriteria inklusi teks lengkap (full text). Hasil analisis dari berbagai literatur menunjukkan bahwa pemberian masase teknik effleurage secara rutin (durasi 15-20 menit) efektif menurunkan tekanan darah. Berdasarkan beberapa studi yang diulas, terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik berkisar antara 13,27 mmHg hingga 19,4 mmHg, dan diastolik antara 6,4 mmHg hingga 9,8 mmHg. Teknik ini memberikan efek relaksasi otot dan saraf yang signifikan (p-value < 0,05). Masase teknik effleurage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat digunakan sebagai terapi pendamping non-farmakologi yang aman dan mudah dilakukan.
Kata Kunci: Hipertensi, Masase Effleurage, Tekanan Darah.
Apriyana
ABSTRAK
Hipertensi yang sering dijuluki sebagai "the silent killer", merupakan kondisi tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg yang menetap. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% dan menjadi faktor risiko utama komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Masase teknik effleurage adalah terapi non-farmakologi berupa usapan lembut berirama yang bertujuan merangsang sistem saraf parasimpatis untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta pengaruh penerapan masase teknik effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur naratif. Sumber data diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah pada basis data Google Scholar dan Chrome dalam rentang tahun 2021-2025. Terdapat 5 artikel prioritas yang dianalisis yang memenuhi kriteria inklusi teks lengkap (full text). Hasil analisis dari berbagai literatur menunjukkan bahwa pemberian masase teknik effleurage secara rutin (durasi 15-20 menit) efektif menurunkan tekanan darah. Berdasarkan beberapa studi yang diulas, terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik berkisar antara 13,27 mmHg hingga 19,4 mmHg, dan diastolik antara 6,4 mmHg hingga 9,8 mmHg. Teknik ini memberikan efek relaksasi otot dan saraf yang signifikan (p-value < 0,05). Masase teknik effleurage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat digunakan sebagai terapi pendamping non-farmakologi yang aman dan mudah dilakukan.
Kata Kunci: Hipertensi, Masase Effleurage, Tekanan Darah.