Hubungan Tingkat Kecukupan Protein dan lemak dengan Kejadian Stunting Pada balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang kawat Kota Jambi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Bella Rahmadani Dwi Putri
Tahun:
2026
NIM Mahasiswa:
202231036
Nama Mahasiswa:
BELLA RAHMADANI DWI PUTRI
Nama Penulis:
BELLA RAHMADANI DWI PUTRI
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
balita, lemak, protein, stunting.
Abstract :
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, terutama kurangnya asupan protein, zat besi, vitamin A, vitamin D, dan kalsium, dapat menghambat pertumbuhan anak. Selain itu, kecukupan zat gizi makro, khususnya protein dan lemak, berperan penting dalam pertumbuhan balita. Protein berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan lemak berfungsi sebagai sumber energi serta membantu penyerapan vitamin larut lemak. Kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat meningkatkan risiko stunting. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting mencapai 12,8%, sehingga pencegahan melalui pemenuhan zat gizi makro menjadi prioritas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat kecukupan protein dan lemak dengan kejadian stunting pada balita usia 2459 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi, Kelurahan Cempaka Putih. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 menggunakan desain cross sectional terhadap 53 balita dari populasi 111 balita yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data tingkat kecukupan protein dan lemak diperoleh melalui metode food recall 224 jam, sedangkan status stunting ditentukan berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data menggunakan uji Fishers Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki kecukupan protein kategori cukup (83,0%) dan kecukupan lemak kategori kurang (64,2%), dengan prevalensi stunting sebesar 13,2%. Terdapat hubungan signifikan antara kecukupan protein dengan kejadian stunting (p=0,012), sedangkan kecukupan lemak tidak berhubungan signifikan (p=0,400). Disimpulkan bahwa kecukupan protein berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan kecukupan lemak tidak. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar peningkatan asupan protein sebagai strategi pencegahan stunting pada balita.