Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Minuman Jahe Merah Dalam Mengatasi Dismenore Pada Mahasiswi Sarjana Kebidanan Universitas Baiturrahim
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
Nurul Aulia Sani (202261063)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Nurul Aulia Sani
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Dismenore, Minuman Jahe Merah, Pengetahuan, Sikap.
Abstract :
Dismenore (nyeri haid) merupakan salah satu keluhan utama yang dialami oleh sebagian besar wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas akademik maupun kualitas hidup, dampak panjang dismenore bisa menyebabkan kemandulan(endometriosis). Penanganan dismenore dapat dilakukan secara non-farmakologis, salah satunya dengan konsumsi minuman jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubra) yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap tentang minuman jahe merah dalam mengatasi dismenore pada mahasiswi Sarjana Kebidanan Universitas Baiturrahim. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Kampus Universitas Baiturrahim pada bulan Maret-Juli 2026. Populasi penelitian adalah mahasiswi tingkat 2, 3, dan 4 yang berjumlah 160 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan variabel independen (pengetahuan) dan variabel dependen (sikap). Hasil penelitian menunjukkan persentase gambaran pengetahuan rendah sebanyak 27 mahasiswi (67,5%), dengan gambaran sikap negatif sebanyak 23 mahasiswi (57,5%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05). Institusi pendidikan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan jahe merah sebagai terapi komplementer bagi mahasiswi, perbanyak lagi edukasi terhadap kesehatan reproduksi mengenai dismenore.