ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn.K DENGAN PENERAPAN PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP SKALA NYERI DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RUANG RAWAT INAP RSUD STS TEBO

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   EZI RAMONA (NPM 20250122228)
Tahun:
   2026
Kode:
 -
Nama Penulis:
 EZI RAMONA
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Additional Info:
 -
Keyword(s):
Askep, Edukasi, Skala Nyeri, OMSK
Abstract :
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn.K
DENGAN PENERAPAN PEMBERIAN EDUKASI
TERHADAP SKALA NYERI DENGAN OTITIS MEDIA
SUPURATIF KRONIS DI RUANG RAWAT INAP RSUD STS
TEBO
EZI RAMONA
ABSTRAK
Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) merupakan salah satu penyakit
telinga tengah yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada telinga
tengah disertai perforasi membran timpani dan keluarnya sekret telinga dalam
jangka waktu yang lama dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila
tidak ditangani secara optimal. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk
memberikan asuhan keperawatan pada Nn. K dengan Otitis Media Supuratif Kronis
(OMSK) yang dirawat di ruang Rawat Inap RSUD STS Tebo dengan penerapan
pemberian edukasi terhadap skala nyeri. Ruang lingkup asuhan keperawatan meliputi
proses pengkajian, penerapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan
evaluasi keperawatan. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan pada Nn. K dengan
Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK), pasien mengatakan nyeri pada telinga
sebelah kanan, bagian telinga tampak merah dan pernah kemasukan air
dengan temuan otoscop berupa jaringan granulasi, perforasi membran timpani,
riwayat keluhan sudah berlangsung selama 5 hari dengan riwayat mengorek
telinga dengan cottonbud. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa pasien
mengalami nyeri telinga kanan dengan intensitas sedang (NRS 7/10) disertai tanda
inflamasi dan adanya sekret telinga. Dari hasil pengkajian keperawatan, diagnosa yang
muncul meliputi nyeri akut, gangguan persepsi sensori pendengaran, serta risiko
infeksi. Perencanaan keperawatan dilakukan melalui observasi nyeri, pemberian
edukasi kesehatan, tindakan terapeutik nonfarmakologis, serta kolaborasi dengan
tenaga medis dalam pemberian obat analgesik dan antibiotik. Implementasi
keperawatan selama tiga hari menunjukkan adanya penurunan nyeri dari NRS 5
menjadi NRS 2, perbaikan kondisi umum pasien, serta peningkatan pemahaman
pasien mengenai cara perawatan telinga. Hal ini membuktikan bahwa edukasi
kesehatan berperan penting dalam menurunkan skala nyeri, meningkatkan kepatuhan
pasien terhadap pengobatan, serta mencegah risiko infeksi lanjutan. Hasil studi kasus
ini konsisten dengan teori yang menyatakan bahwa kombinasi intervensi
farmakologis, nonfarmakologis, dan edukasi berkesinambungan dapat meningkatkan
kualitas hidup pasien dengan OMSK.
          Link File