PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
SUYANTI MEILIA,2025122099
Tahun:
2026
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
ANAK PRASEKOLAH,KECEMASAN,RAWAT INAP,TERAPI BERMAIN
Abstract :
STUDI LITERATUR PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP
PENURUNAN KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG
RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Suyanti Meilia
ABSTRAK
Kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani rawat inap merupakan
masalah kesehatan yang sering terjadi baik secara global maupun nasional. World
Health Organization melaporkan bahwa sebagian besar anak yang dirawat di
rumah sakit mengalami stres dan kecemasan akibat perubahan lingkungan,
prosedur medis, serta keterpisahan dari orang tua. Di Indonesia, kondisi ini juga
menjadi perhatian karena kecemasan dapat memengaruhi proses penyembuhan
dan perilaku anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan adalah terapi bermain. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap penurunan
kecemasan anak usia prasekolah di ruang rawat inap rumah sakit berdasarkan
studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan
scoping review melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar dengan
kriteria inklusi artikel tahun 20212025, tersedia dalam bentuk full text, dan
relevan dengan variabel penelitian. Berdasarkan hasil seleksi diperoleh 7 artikel
yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum
diberikan terapi bermain, sebagian besar anak mengalami kecemasan dalam
kategori sedang hingga berat. Setelah diberikan intervensi terapi bermain, terjadi
penurunan tingkat kecemasan menjadi kategori ringan bahkan tidak cemas.
Berbagai jenis terapi bermain seperti origami, kinetic sand, menyusun balok,
mewarnai, puzzle, ular tangga, dan plastisin terbukti efektif dalam menurunkan
kecemasan anak. Seluruh artikel yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh
signifikan terapi bermain terhadap penurunan kecemasan anak dengan nilai p <
0,05. Disimpulkan bahwa terapi bermain merupakan intervensi yang efektif untuk
mengurangi kecemasan anak usia prasekolah di ruang rawat inap rumah sakit.
Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi bermain
dalam asuhan keperawatan serta kepada orang tua untuk berperan aktif dalam
mendampingi anak selama perawatan.
Kata kunci: anak prasekolah, kecemasan, rawat inap, terapi bermain
PENURUNAN KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG
RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Suyanti Meilia
ABSTRAK
Kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani rawat inap merupakan
masalah kesehatan yang sering terjadi baik secara global maupun nasional. World
Health Organization melaporkan bahwa sebagian besar anak yang dirawat di
rumah sakit mengalami stres dan kecemasan akibat perubahan lingkungan,
prosedur medis, serta keterpisahan dari orang tua. Di Indonesia, kondisi ini juga
menjadi perhatian karena kecemasan dapat memengaruhi proses penyembuhan
dan perilaku anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan adalah terapi bermain. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap penurunan
kecemasan anak usia prasekolah di ruang rawat inap rumah sakit berdasarkan
studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan
scoping review melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar dengan
kriteria inklusi artikel tahun 20212025, tersedia dalam bentuk full text, dan
relevan dengan variabel penelitian. Berdasarkan hasil seleksi diperoleh 7 artikel
yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum
diberikan terapi bermain, sebagian besar anak mengalami kecemasan dalam
kategori sedang hingga berat. Setelah diberikan intervensi terapi bermain, terjadi
penurunan tingkat kecemasan menjadi kategori ringan bahkan tidak cemas.
Berbagai jenis terapi bermain seperti origami, kinetic sand, menyusun balok,
mewarnai, puzzle, ular tangga, dan plastisin terbukti efektif dalam menurunkan
kecemasan anak. Seluruh artikel yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh
signifikan terapi bermain terhadap penurunan kecemasan anak dengan nilai p <
0,05. Disimpulkan bahwa terapi bermain merupakan intervensi yang efektif untuk
mengurangi kecemasan anak usia prasekolah di ruang rawat inap rumah sakit.
Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi bermain
dalam asuhan keperawatan serta kepada orang tua untuk berperan aktif dalam
mendampingi anak selama perawatan.
Kata kunci: anak prasekolah, kecemasan, rawat inap, terapi bermain