HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA LANSIA
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mery Yani.Z (NPM. 20250122138)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
Mery Yani.Z
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
Mery Yani.Z
ABSTRAK
Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik kronis
yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat resistensi insulin atau penurunan
sekresi insulin. Penyakit tidak menular ini terus menjadi ancaman kesehatan yang
prevalensinya meningkat setiap tahun, baik pada skala nasional maupun global.
Kerentanan terhadap DM Tipe II secara signifikan meningkat pada populasi lanjut
usia (lansia) karena proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan
kapasitas homeostasis dalam meregulasi glukosa darah. Faktor risiko gaya hidup
utama yang memicu kondisi patologis ini adalah pola makan yang tidak seimbang,
seperti tingginya asupan karbohidrat sederhana, lemak jenuh, serta minimnya
konsumsi serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis hasilhasil penelitian terdahulu mengenai hubungan pola makan dengan kejadian DM
Tipe II pada kelompok pralansia dan lansia. Metode yang digunakan adalah studi
literatur dengan pendekatan scoping review. Penelusuran artikel dilakukan melalui
pangkalan data elektronik terindeks nasional dan internasional dalam rentang tahun
publikasi 20202025. Berdasarkan kriteria inklusi spesifik, diperoleh 7 artikel
jurnal utama yang kemudian dianalisis secara naratif. Hasil sintesis secara konsisten
menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian
DM Tipe II (p-value < 0,05). Lansia dengan pola konsumsi yang tidak teratur dan
berlebih terbukti memiliki risiko 3 hingga 6 kali lipat lebih besar mengalami
hiperglikemia dibandingkan kelompok yang mematuhi diet sehat. Analisis tingkat
makro turut mengonfirmasi bahwa faktor risiko pola makan yang buruk
menyumbang angka mortalitas masif sebesar 23,61% dari total kematian terkait
DM Tipe 2 pada lansia secara global. Sebagai kesimpulan, modifikasi pola makan
merupakan pilar esensial dalam pengendalian DM Tipe II. Tenaga kesehatan, lansia,
beserta keluarga disarankan secara proaktif membatasi konsumsi makanan tinggi
gula dan lemak, serta mengoptimalkan asupan serat harian guna menjaga kestabilan
glukosa darah.
Kata Kunci: Pola Makan, Diabetes Melitus Tipe II, Lansia, Studi Literatur, scop
ABSTRAK
Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik kronis
yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat resistensi insulin atau penurunan
sekresi insulin. Penyakit tidak menular ini terus menjadi ancaman kesehatan yang
prevalensinya meningkat setiap tahun, baik pada skala nasional maupun global.
Kerentanan terhadap DM Tipe II secara signifikan meningkat pada populasi lanjut
usia (lansia) karena proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan
kapasitas homeostasis dalam meregulasi glukosa darah. Faktor risiko gaya hidup
utama yang memicu kondisi patologis ini adalah pola makan yang tidak seimbang,
seperti tingginya asupan karbohidrat sederhana, lemak jenuh, serta minimnya
konsumsi serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis hasilhasil penelitian terdahulu mengenai hubungan pola makan dengan kejadian DM
Tipe II pada kelompok pralansia dan lansia. Metode yang digunakan adalah studi
literatur dengan pendekatan scoping review. Penelusuran artikel dilakukan melalui
pangkalan data elektronik terindeks nasional dan internasional dalam rentang tahun
publikasi 20202025. Berdasarkan kriteria inklusi spesifik, diperoleh 7 artikel
jurnal utama yang kemudian dianalisis secara naratif. Hasil sintesis secara konsisten
menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian
DM Tipe II (p-value < 0,05). Lansia dengan pola konsumsi yang tidak teratur dan
berlebih terbukti memiliki risiko 3 hingga 6 kali lipat lebih besar mengalami
hiperglikemia dibandingkan kelompok yang mematuhi diet sehat. Analisis tingkat
makro turut mengonfirmasi bahwa faktor risiko pola makan yang buruk
menyumbang angka mortalitas masif sebesar 23,61% dari total kematian terkait
DM Tipe 2 pada lansia secara global. Sebagai kesimpulan, modifikasi pola makan
merupakan pilar esensial dalam pengendalian DM Tipe II. Tenaga kesehatan, lansia,
beserta keluarga disarankan secara proaktif membatasi konsumsi makanan tinggi
gula dan lemak, serta mengoptimalkan asupan serat harian guna menjaga kestabilan
glukosa darah.
Kata Kunci: Pola Makan, Diabetes Melitus Tipe II, Lansia, Studi Literatur, scop