FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEJANG DEMAM PADA ANAK

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   Martha Uli Siringo Ringo (20250122142)
Tahun:
   2026
Nama Penulis:
 Martha Uli Siringo Ringo
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kejang demam, Anak, Faktor Risiko, Demam, Studi Literatur.
Abstract :
Latar Belakang: Kejang demam merupakan gangguan neurologis yang paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, yang berhubungan erat dengan peningkatan suhu tubuh akibat proses ekstrakranial. Kejadian kejang demam sering kali menimbulkan kecemasan bagi orang tua dan memiliki potensi komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Berdasarkan data epidemiologis, prevalensi kejang demam di Indonesia terus menunjukkan angka yang signifikan, yakni berkisar antara 2% hingga 5% pada anak balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor penyebab kejang demam pada anak, baik dari segi faktor internal maupun faktor eksternal, berdasarkan analisis komprehensif dari literatur terdahulu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan scoping review atau studi literatur. Pencarian data dilakukan melalui basis data elektronik seperti SINTA, Garuda, DOAJ, dan Google Scholar dengan batasan publikasi lima tahun terakhir (2020-2025). Dari proses skrining, diperoleh enam artikel jurnal yang relevan dengan kriteria inklusi untuk diekstraksi dan disintesis. Hasil: Berdasarkan telaah literatur, diketahuinya bahwa kejang demam dipengaruhi oleh faktor multifaktorial. Faktor internal yang dominan meliputi usia anak (terutama usia 12-36 bulan yang memiliki ambang kejang rendah), jenis kelamin laki-laki, dan adanya riwayat kejang demam dalam keluarga yang menunjukkan pengaruh genetik yang signifikan. Faktor eksternal yang paling signifikan adalah peningkatan suhu tubuh (demam) di atas 38C yang dipicu oleh penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan atau infeksi virus. Selain itu, tingkat pengetahuan dan ketepatan orang tua dalam melakukan penanganan awal demam, seperti pemberian kompres hangat dan antipiretik, sangat menentukan dalam mencegah terjadinya bangkitan kejang. Kesimpulan: Kejang demam dipicu oleh interaksi antara kerentanan biologis individu dan paparan pemicu lingkungan. Diperlukan upaya pencegahan melalui penanganan demam secara dini serta peningkatan edukasi bagi orang tua guna mengurangi risiko komplikasi kejang demam di masa depan.

Kata Kunci: Kejang demam, Anak, Faktor Risiko, Demam, Studi Literatur.