STUDI LITERATUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
LIDIA KURNIA NINGSIH (20250122112)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
LIDIA KURNIA NINGSIH
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
pengetahuan, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru, pasien TB
paru
Abstract :
ABSTRAK
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi
masalah kesehatan global dan nasional. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis
paru sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti
tuberkulosis secara teratur dan tuntas. Salah satu faktor yang memengaruhi
kepatuhan minum obat adalah tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit dan
pengobatannya. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesadaran pasien
terhadap pentingnya menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum
obat pada pasien Tuberkulosis paru berdasarkan studi literatur. Penelitian ini
menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan scoping review.
Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dan jurnal ilmiah
terpercaya lainnya dengan rentang publikasi tahun 20212025. Kata kunci yang
digunakan meliputi pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan tuberkulosis paru.
Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 7
artikel yang sesuai dengan fokus penelitian, terdiri dari 5 jurnal nasional dan 2
jurnal internasional. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kepatuhan minum
obat pada pasien Tuberkulosis paru sebagian besar berada pada kategori patuh
hingga tinggi, sedangkan tingkat pengetahuan pasien sebagian besar berada pada
kategori baik hingga cukup. Seluruh artikel yang direview menunjukkan adanya
hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien
Tuberkulosis paru. Pasien yang memiliki pengetahuan lebih baik mengenai
penyakit dan pengobatan Tuberkulosis cenderung lebih patuh dalam menjalani
terapi secara teratur dan tuntas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa
pengetahuan memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien
Tuberkulosis paru. Semakin baik tingkat pengetahuan pasien, maka semakin
tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan Tuberkulosis paru.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan peran perawat
sebagai edukator untuk meningkatkan pengetahuan serta kepatuhan pengobatan
pasien Tuberkulosis paru.
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi
masalah kesehatan global dan nasional. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis
paru sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti
tuberkulosis secara teratur dan tuntas. Salah satu faktor yang memengaruhi
kepatuhan minum obat adalah tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit dan
pengobatannya. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesadaran pasien
terhadap pentingnya menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum
obat pada pasien Tuberkulosis paru berdasarkan studi literatur. Penelitian ini
menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan scoping review.
Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dan jurnal ilmiah
terpercaya lainnya dengan rentang publikasi tahun 20212025. Kata kunci yang
digunakan meliputi pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan tuberkulosis paru.
Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 7
artikel yang sesuai dengan fokus penelitian, terdiri dari 5 jurnal nasional dan 2
jurnal internasional. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kepatuhan minum
obat pada pasien Tuberkulosis paru sebagian besar berada pada kategori patuh
hingga tinggi, sedangkan tingkat pengetahuan pasien sebagian besar berada pada
kategori baik hingga cukup. Seluruh artikel yang direview menunjukkan adanya
hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien
Tuberkulosis paru. Pasien yang memiliki pengetahuan lebih baik mengenai
penyakit dan pengobatan Tuberkulosis cenderung lebih patuh dalam menjalani
terapi secara teratur dan tuntas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa
pengetahuan memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien
Tuberkulosis paru. Semakin baik tingkat pengetahuan pasien, maka semakin
tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan Tuberkulosis paru.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan peran perawat
sebagai edukator untuk meningkatkan pengetahuan serta kepatuhan pengobatan
pasien Tuberkulosis paru.