PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA TN.I DENGAN POST OPERASI HERNIA DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD SULTAN THAHA SAIFUDDIN TEBO 2026

Author(s):
   Hartika
Tahun:
   2026
Nama Mahasiswa:
 HARTIKA
Nama Penulis:
 Hartika
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Hernia Inguinalis, Mobilisasi Dini, Nyeri Akut, Gangguan Mobilitas Fisik, Risiko Infeksi, Asuhan Keperawatan
Abstract :
PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA TN.I DENGAN POST OPERASI HERNIA DI RUANG RAWAT INAP BEDAH
RSUD SULTAN THAHA SAIFUDDIN TEBO 2026

Hartika

Hernia inguinalis merupakan kondisi keluarnya organ melalui kelemahan dinding abdomen yang sering terjadi pada laki-laki dan dapat menimbulkan nyeri pasca operasi. Nyeri post operasi hernia dapat mengganggu aktivitas dan proses pemulihan pasien sehingga diperlukan penatalaksanaan yang tepat, salah satunya melalui mobilisasi dini. Mobilisasi dini merupakan tindakan nonfarmakologis yang dilakukan secara bertahap setelah operasi untuk membantu mempercepat pemulihan dan menurunkan intensitas nyeri.

Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi hernia di ruang rawat inap bedah RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (tindakan operasi), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan risiko infeksi berhubungan dengan kerusakan integritas kulit akibat luka operasi. Subjek studi kasus adalah Tn. I usia 50 tahun dengan diagnosis medis hernia inguinalis post operasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis.

Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh nyeri pada luka post operasi dengan skala nyeri 6 (nyeri sedang), tampak meringis, dan takut bergerak karena khawatir luka terbuka. Intervensi yang diberikan yaitu mobilisasi dini secara bertahap sesuai kondisi pasien mulai dari latihan gerak ekstremitas, miring kanan-kiri, duduk, hingga latihan berjalan. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan adanya penurunan intensitas nyeri, pasien tampak lebih rileks, mampu melakukan mobilisasi secara mandiri, dan skala nyeri menurun menjadi nyeri ringan.

Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini efektif dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi hernia. Mobilisasi dini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses pemulihan pasien post operasi hernia.

Kata Kunci: Hernia Inguinalis, Mobilisasi Dini, Nyeri Akut, Gangguan Mobilitas Fisik, Risiko Infeksi, Asuhan Keperawatan.