Gambaran karakteristik dan tingkat pengetahuan penderita diabetes melitus di puskesmas pakuan baru kota jambi

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   Jihan Mawaddah Warohmah
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 202221007
Nama Mahasiswa:
 JIHAN MAWADDAH WAROHMAH
Nama Penulis:
 JIHAN MAWADDAH WAROHMAH
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Diabetes melitus ,karakteristik,tingkat pengetahuan,puskesmas pakuan baru kota jambi
Abstract :
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi tercatat sebagai puskesmas dengan jumlah kasus DM tertinggi di Kota Jambi (2.613 kasus), namun belum terdapat data mengenai gambaran karakteristik dan tingkat pengetahuan penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan) dan tingkat pengetahuan penderita diabetes melitus di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 159 penderita DM kasus baru, dengan sampel 62 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang karakteristik dan tingkat pengetahuan tentang DM, yang dilakukan secara univariat kemudian dianalisis secara bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa pertengahan 4160 tahun (83,9%), berjenis kelamin laki-laki (56,5%), berpendidikan terakhir SMA/Sederajat (43,5%), dan bekerja sebagai wiraswasta/pedagang (45,2%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang (54,8%), diikuti kategori sedang (45,2%). Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan penderita DM di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi masih tergolong rendah (54,8%). Bagi puskesmas pakuan baru bahwa program edukasi kesehatan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan, terutama bagi kelompok usia produktif dan pekerja informal, guna meningkatkan kemampuan penderita dalam mengelola penyakitnya secara mandiri dan mencegah timbulnya komplikasi.