STUDI LITERATUR PENGARUH KONSUMSI TELUR REBUS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI
Categorie(s):
skripsi(studi literatur)
Author(s):
IIS SUMIARNI NINGSIH
Tahun:
2026
NIM Mahasiswa:
20250122101
Nama Mahasiswa:
IIS SUMIARNI NINGSIH
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
anemia, hemoglobin, remaja putri, telur rebus
Abstract :
STUDI LITERATUR PENGARUH KONSUMSI TELUR REBUS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Iis Sumiarni Ningsih ABSTRAK Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya baik secara global maupun nasional. World Health Organization melaporkan bahwa sekitar 29,9% wanita usia subur di dunia mengalami anemia, dengan proporsi yang cukup besar terjadi pada kelompok remaja. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri mencapai sekitar 32,3%. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta kehilangan darah selama menstruasi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah melalui konsumsi makanan bergizi yang mengandung zat besi, seperti telur rebus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap kadar hemoglobin remaja putri berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan scoping review terhadap artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 20212025 yang diperoleh melalui database Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel penelitian yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi perubahan kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian telur rebus. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar hemoglobin remaja putri sebelum intervensi umumnya berada pada kategori anemia, kemudian mengalami peningkatan setelah diberikan konsumsi telur rebus selama 614 hari. Seluruh penelitian juga menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi telur rebus dengan peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Disimpulkan bahwa konsumsi telur rebus berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif intervensi gizi nonfarmakologis untuk mencegah anemia. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan konsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi, kepada keluarga untuk mendukung pemenuhan gizi remaja, serta kepada tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia melalui pola makan sehat. Kata kunci: anemia, hemoglobin, remaja putri, telur rebus