ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. R DENGUE HEAMORAGIC FEVER (DHF) DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS NGULAK TAHUN 2026
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
Ita,Yusnani (2025012230)
Tahun:
2026
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DHF dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti demam tinggi, mual, muntah, gangguan pemenuhan cairan dan nutrisi, serta risiko perdarahan. Oleh karena itu, diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif untuk mencegah komplikasi dan membantu proses pemulihan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada An. R dengan diagnosis medis Dengue Hemorrhagic Fever di ruang rawat inap Puskesmas Ngulak tahun 2026.
Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, analisis data, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta dokumentasi selama pasien menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Ngulak.
Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan An. R mengalami demam, kondisi umum lemah, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, mukosa bibir kering, serta terdapat petekie pada kulit. Suhu tubuh saat pengkajian mencapai 39,1C dan hasil pemeriksaan Rapid DBD positif. Masalah keperawatan yang ditemukan meliputi hipertermia berhubungan dengan proses penyakit dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan status nutrisi dan asupan makanan, pemberian cairan, kompres hangat, edukasi, serta kolaborasi pemberian terapi medis dan cairan intravena. Selama perawatan terjadi penurunan suhu tubuh secara bertahap, kondisi umum membaik, nafsu makan meningkat, kebutuhan cairan terpenuhi, dan tidak ditemukan komplikasi berat.
Kesimpulan: Pelaksanaan asuhan keperawatan secara sistematis pada An. R dengan DHF dapat membantu mengatasi masalah keperawatan yang ditemukan dan mendukung proses pemulihan pasien. Pemantauan suhu tubuh, status cairan dan nutrisi, serta observasi tanda perdarahan perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk mencegah komplikasi.
Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, Hipertermia, Nutrisi.
Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DHF dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti demam tinggi, mual, muntah, gangguan pemenuhan cairan dan nutrisi, serta risiko perdarahan. Oleh karena itu, diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif untuk mencegah komplikasi dan membantu proses pemulihan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada An. R dengan diagnosis medis Dengue Hemorrhagic Fever di ruang rawat inap Puskesmas Ngulak tahun 2026.
Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, analisis data, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta dokumentasi selama pasien menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Ngulak.
Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan An. R mengalami demam, kondisi umum lemah, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, mukosa bibir kering, serta terdapat petekie pada kulit. Suhu tubuh saat pengkajian mencapai 39,1C dan hasil pemeriksaan Rapid DBD positif. Masalah keperawatan yang ditemukan meliputi hipertermia berhubungan dengan proses penyakit dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan status nutrisi dan asupan makanan, pemberian cairan, kompres hangat, edukasi, serta kolaborasi pemberian terapi medis dan cairan intravena. Selama perawatan terjadi penurunan suhu tubuh secara bertahap, kondisi umum membaik, nafsu makan meningkat, kebutuhan cairan terpenuhi, dan tidak ditemukan komplikasi berat.
Kesimpulan: Pelaksanaan asuhan keperawatan secara sistematis pada An. R dengan DHF dapat membantu mengatasi masalah keperawatan yang ditemukan dan mendukung proses pemulihan pasien. Pemantauan suhu tubuh, status cairan dan nutrisi, serta observasi tanda perdarahan perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk mencegah komplikasi.
Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, Hipertermia, Nutrisi.