Pengaruh Pemberian Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Pada Ibu Nifas dengan Luka Jahitan Perineum
Categorie(s):
SKRIPSI
Author(s):
ANINDYA NOVIANITA SARI (NPM 20250132015)
Tahun:
2026
Nama Penulis:
ANINDYA NOVIANITA SARI
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Kata Kunci: daun binahong, ibu nifas, penyembuhan luka perineum
Abstract :
PENGARUH PEMBERIAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA
PERINEUM PADA IBU NIFAS
ABSTRAK
Luka perineum merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh ibu nifas setelah persalinan pervaginam, baik akibat ruptur perineum maupun tindakan episiotomi. Proses penyembuhan luka perineum terdiri dari beberapa fase yaitu inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Penatalaksanaan luka perineum dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Secara farmakologis, umumnya digunakan antiseptik atau antibiotik untuk mencegah infeksi. Secara nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah daun binahong (Anredera cordifolia). Selain daun binahong, terdapat beberapa tanaman herbal lain yang sering digunakan dalam perawatan luka perineum seperti daun sirih, daun kelor, lidah buaya, dan daun kubis. Namun, berdasarkan beberapa penelitian, daun binahong dinilai lebih efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih lengkap, seperti flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan asam askorbat yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta mampu merangsang pembentukan kolagen dan regenerasi jaringan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menelaah berbagai artikel penelitian yang diperoleh melalui Google Scholar tahun 20212025. Hasil literature review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan pemberian daun binahong dapat mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas selama
PERINEUM PADA IBU NIFAS
ABSTRAK
Luka perineum merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh ibu nifas setelah persalinan pervaginam, baik akibat ruptur perineum maupun tindakan episiotomi. Proses penyembuhan luka perineum terdiri dari beberapa fase yaitu inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Penatalaksanaan luka perineum dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Secara farmakologis, umumnya digunakan antiseptik atau antibiotik untuk mencegah infeksi. Secara nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah daun binahong (Anredera cordifolia). Selain daun binahong, terdapat beberapa tanaman herbal lain yang sering digunakan dalam perawatan luka perineum seperti daun sirih, daun kelor, lidah buaya, dan daun kubis. Namun, berdasarkan beberapa penelitian, daun binahong dinilai lebih efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih lengkap, seperti flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan asam askorbat yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta mampu merangsang pembentukan kolagen dan regenerasi jaringan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menelaah berbagai artikel penelitian yang diperoleh melalui Google Scholar tahun 20212025. Hasil literature review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan pemberian daun binahong dapat mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas selama