Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   SELNI NUGRAHA BAROKA (20250122051)
Tahun:
   2026
NIM Mahasiswa:
 20250122051
Nama Mahasiswa:
 SELNI NUGRAHA BAROKA
Nama Penulis:
 SELNI NUGRAHA BAROKA
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
hipertensi, lansia, rebusan daun seledri, tekanan darah
Abstract :
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan
menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular, dengan lebih dari 1,28 miliar penderita di dunia dan prevalensi tinggi pada kelompok lansia. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam sepuluh besar penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang terus meningkat, terutama pada usia 60 tahun akibat perubahan fisiologis sistem kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis seperti pemanfaatan rebusan daun seledri yang memiliki kandungan flavonoid dan phthalides bersifat vasodilator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan scoping review terhadap artikel ilmiah tahun 20212025 yang diperoleh melalui Google Scholar dan Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil kajian menunjukkan seluruh penelitian melaporkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan setelah intervensi selama 3 hari, dengan nilai p < 0,05 (p = 0,004; 0,000; 0,0001; 0,001). Disimpulkan bahwa rebusan daun seledri berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat dijadikan terapi komplementer. Disarankan pemanfaatan herbal ini tetap disertai edukasi dan pemantauan tenaga kesehatan.