Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif Pada Tn. N dengan Hipertensi di Ruang Syaraf RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi

Categorie(s):
   SKRIPSI
Author(s):
   Anastasia Imelda Kurniawati Manik (20250122201)
Tahun:
   2026
Nama Penulis:
 Anastasia Imelda Kurniawati Manik
Item Type:
 Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
Hipertensi, Teknik Relaksasi Otot Progresif
Abstract :
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg. Hipertensi juga dikenal dengan istilah silent killer karena rata rata penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa mereka sudah terkena hipretensi, hal ini lah yang menyebabkan hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2024 diperkirakan 1,4 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun menderita hipertensi. Tahun 2023 prevalensi hipertensi di Indonesia sebanyak 598.983 kasus, sedangkan di Provinsi Jambi berjumlah 7.799 kasus. Jika tidak segara diatasi maka hipertensi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pembuluh darah, stroke dan ensefalopati (kerusakan otak), penyakit jantung seperti infark miokard, penyakit gagal ginjal, nyeri dada, angina, serangan jantung dan bahkan kematian. Penatalaksanaan hipertensi dibagi menjadi dua yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi pada Klien hipertensi yaitu dengan melakukan Teknik Relaksasi Otot Progresif. Studi Kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan yang holistic kepada Klien yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan intervensi, implementasi dan juga evaluasi. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan diketahui bahwa Klien mengalami Nyeri Akut (D.0077), Resiko penurunan curah jantung (D.0088), dan Intoleransi Aktivitas (D.0056). Implementasi dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dan diketahui 1 (satu) diagnosa teratasi sebagian yaitu resiko penurunan curah jantung (D.0088) b/d perubahan afterload. Selain itu juga terjadi penurunan tekanan darah sistol sebesar 35 poin dan tekanan darah diastole 23 poin. Diharapkan kepada Klien untuk dapat tetap melakukan intervensi sesuai dengan apa yang telah diajarkan dengan tujuan agar hasil lebih maksimal.